BBM Premium Dihapus Tahun Depan, Begini Respons Yamaha dan Honda

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 29 Des 2021 08:28 WIB
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan kenaikan penjualan motor per Oktober 2019 naik 3,5 persen dibanding 2018.
Ilustrasi penjualan motor Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah berencana menghapus BBM beroktan rendah Premium (RON 88) pada tahun 2022, disusul Pertalite (RON 90). Dua raksasa sepeda motor di Indonesia, Yamaha dan Honda mengatakan produknya sudah comply dengan standar emisi di Tanah Air.

Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengungkapkan produsen sepeda motor roda dua sudah melakukan penyesuaian desain mesin sejak bergulirnya aturan Euro 2 di Indonesia.

"Harusnya kita sudah menghapus premium di tahun 2003, kenapa? karena di 2003 itu kan kita sudah mencanangkan mendopsi standar emisi Euro 2. Kalau Euro 2 itu minimum oktannya 91," kata Tri saat dihubungi detikcom, Selasa (28/12/2021).

Seperti diketahui, regulasi Euro 2 dikeluarkan sejak 23 September 2003 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 141 Tahun 2003 tentang penerapan Euro 2.

"Pertalite pun tidak masuk. Artinya Pertamax lebih cocok. Sebelum itu diberlakukan biasanya produsen kendaraan sudah mengubah dulu kendaraannya agar sesuai dengan Euro 2, artinya cocok dengan RON minimum 91," sambung dia.

Saat ini Indonesia menggunakan standar Euro 3 untuk sepeda motor yang berlaku pada 1 Agustus 2013. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2012.

Prof. Yus menjelaskan bahwa pabrikan motor biasanya sudah menyiapkan teknologi mesin dengan ketersediaan BBM yang ada di Indonesia. Setelan kompresi mesin juga masih diberi kelonggaran, sehingga motor-motor keluaran dengan kompresi paling rendah pun bisa meminum BBM dengan RON 92 di Indonesia.

"Sepeda motor itu tahun 2003 Euro 2, tahun 2013 itu Euro 3. Walaupun Euro 3 dan Euro 4 tetap minimum oktannya 91. Harusnya karena sudah ada penyesuaian dua kali sepeda motor ya, mestinya nanti dengan Pertamax harusnya lebih bagus, kan," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, penghapusan BBM premium bukan isu buat produknya.

"Setiap produk Yamaha sudah melalui pengetesan dengan berbagai jenis tipe bahan bakar. Jadi tidak masalah," kata Manager Public Relations, YRA and Community PT YIMM, Antonius Widiantoro saat dihubungi detikcom, Selasa (28/12/2021).

Pabrikan lain, PT Astra Honda Motor juga mengatakan hal yang sama. "Aman," singkat General Manager of Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbudin.

Motor keluaran terbaru rata-rata direkomendasikan menggunakan bahan bakar paling rendah Pertalite. Hal ini berdasarkan kompresi di bawah 10:1 di antaranya model seperti Revo-X, Super Cub C125, CT 125, Supra X 125 FI, Scoopy, Honda BeAt, Genio, CB 150 Verza, CRF150L, Freego, Mio S, X-Ride, Mio M3, Mio Z, Soul GT, dan Fino.



Simak Video "Harga R15 Baru Termahal di Kelasnya, Ini Kata Yamaha"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)