ADVERTISEMENT

Gokil! Nabung 3 Tahun, Pedagang Ini Beli Xmax Pakai Uang Rp 2000-an

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 08 Des 2021 12:42 WIB
Pedagang di Sragen beli Xmax pakai uang recehan
Foto: Dok. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Pedagang di Sragen beli Xmax pakai uang recehan.
Jakarta -

Seorang pedagang bumbon, atau bumbu-bumbu dapur di Pasar Sragen, Jawa Tengah, Siswanto, akhirnya bisa membeli motor impiannya, Yamaha Xmax. Gokilnya, Siswanto membeli skutik 250 cc itu secara tunai dengan uang pecahan yang ditabungnya selama tiga tahun.

"Untuk mewujudkan impian saya ini, saya rela menabung selama tiga tahun. Setiap hari saya menyisihkan hasil jualan saya, kadang Rp 5.000 atau Rp 10.000, bahkan pernah juga sebesar Rp 2.000 per hari," jelas Siswanto dalam keterangan resminya, Rabu (8/12/2021).

Siswanto membeli Xmax tersebut di dealer sepeda motor Yamaha, Kondang Motor Sukoharjo. Siswanto mengakui dia sudah kepincut dengan Xmax sejak kali pertama motor ini dirilis Yamaha.

"Tetapi karena saya sadar belum memiliki uang sebanyak itu maka impian tersebut saya pendam. Karena itu untuk mewujudkan impian tersebut, saya harus menabung. Setiap hari saya harus menyisihkan hasil dari jualan saya untuk ditabung. Berapa pun jumlahnya, tetapi saya sudah bertekad untuk menabung setiap hari," sambungnya.

Pedagang di Sragen beli Xmax pakai uang recehanPedagang di Sragen beli Xmax pakai uang recehan Foto: Dok. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)

Sementara itu Novita Ika Hayuningtyas, Kepala Cabang Kondang Motor Sukoharjo mengatakan dirinya mengakui baru pertama kali ini seorang konsumen membeli sepeda motor secara cash dengan pembayaran mata uang rupiah yang nilainya sangat bervariasi.

"Apa yang dilakukan oleh bapak Siswanto ini bagi kami pengalaman baru. Bagaimana kami harus menghitung uang yang nilainya sebesar Rp 60 jutaan secara tunai dengan berbagai pecahan yang menghabiskan waktu hingga 3,5 jam," papar Novita.

Dari hasil perhitungannya, terdapat pecahan uang Rp 100 ribuan, Rp 20 ribuan, Rp 10 ribuan pecahan Rp 5 ribuan hingga pecahan Rp 2 ribuan. "Total jumlah uang yang kami terima dengan pecahan Rp 2.000 mencapai angka yang sangat besar, Rp 20 jutaan. Ini membuktikan pak Siswanto sangat tekun dalam menabung," jelas Novita.

(lua/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT