Gandeng Pabrikan Taiwan, Gojek Uji Coba Motor Listrik Gogoro

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 02 Nov 2021 13:47 WIB
Gojek Uji Coba Motor Listrik Taiwan
Gojek Uji Coba Motor Listrik Taiwan. Foto: Dok. Gojek.
Jakarta -

Gojek menggandeng pabrikan motor listrik asal Taiwan, Gogoro. Gojek akan menggunakan skuter listrik Gogoro di Indonesia.

Kemitraan Gojek (perusahaan GoTo Group) dan Gogoro saat ini mencakup dua bidang kerja sama utama. Pertama, investasi GoTo Group di Gogoro melalui skema Private Investment in Public Equity (PIPE), kedua, kerja sama Gojek, Gogoro, dan Pertamina melalui skema percontohan baterai swap dan uji coba kendaraan Gogoro Smartscooter di Jakarta.

"Salah satu tantangan terbesar di Indonesia dan di seluruh dunia dewasa ini adalah upaya mentransformasi moda transportasi perkotaan kita ke moda transportasi generasi baru, yang memanfaatkan kendaraan listrik roda dua yang cerdas, berkelanjutan, serta dapat diakses dan diterima oleh masyarakat luas. Bersama Gojek dan melalui dukungan pemerintah Indonesia, kami berada di jalur yang tepat untuk mewujudkannya," ujar Horace Luke, pendiri dan CEO Gogoro.

"Baterai swap dari Gogoro merupakan inovasi terkini pada pengisian bahan bakar listrik. Kami menghadirkan platform terbuka untuk mendukung produsen kendaraan roda dua dalam memperkenalkan kendaraan listrik yang dapat melakukan pengisian bahan bakar secara cepat, aman, dan mudah digunakan," katanya.

Baterai swap sendiri merupakan inovasi dalam penyediaan infrastruktur kendaraan listrik, khususnya roda dua. Dengan baterai swap, pengguna motor listrik bisa menukar baterai yang kosong dengan baterai yang sudah terisi penuh di lokasi tertentu. Kemudahan ini seperti membeli air minum kemasan galon atau gas elpiji, tinggal tukar yang kosong dan beli yang sudah terisi penuh.

Kevin Aluwi, Co-Founder dan CEO Gojek menyebut, kemitraan antara Gojek dan Gogoro menyatukan dua perusahaan dengan visi dan pemikiran yang sama untuk pengadopsian kendaraan listrik sebagai pilihan moda transportasi di Indonesia.

"Ambisi ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kemitraan seperti ini sangat penting, jika ingin mewujudkan tujuan kita untuk menata kembali moda transportasi dalam kota. Dengan menggabungkan jangkauan luas Gojek di Indonesia serta kemampuan Gogoro, kami dapat mempercepat perubahan dan berbagi manfaat kendaraan listrik kepada lebih banyak mitra driver dan konsumen. Ini merupakan langkah nyata Gojek untuk menjadi platform karbon-netral dan mentransisi 100% kendaraan listrik roda dua di tahun 2030," ujar Kevin.

Gojek dan Gogoro akan menguji coba 250 Gogoro Smartscooter di Jakarta. Tak cuma uji coba skuter listrik, Gojek dan Gogoro juga akan menghadirkan empat stasiun baterai swap GoStation di SPBU Pertamina. Gojek dan Gogoro berencana untuk meningkatkan uji coba menjadi 5.000 kendaraan listrik roda dua dan menghadirkan lebih banyak stasiun baterai swap.

Sementara itu, sesuai rencana perusahaan, Gojek menargetkan untuk mencapai Nol Emisi pada tahun 2030, termasuk rencana mentransisi 100% armada roda duanya ke kendaraan listrik. Sebagai bagian dari rencana ini, Gojek mencari cara untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hambatan pada penggunaan yang dihadapi mitra driver dan memastikan konsumen memperoleh pengalaman yang optimal.



Simak Video "Laris Manis! Skuter Listrik Ola Terjual Dua Unit per Detik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)