Ujian Praktik SIM C di Indonesia Susah? Ini Bedanya dengan Malaysia dan Jepang

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 17 Sep 2021 14:42 WIB
Di tengah pandemi COVID-19, ujian praktek pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot, tetap dilakukan. Ujian dilakukan dengan protokol kesehatan.
Ilustrasi ujian praktik SIM Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C kerap dikeluhkan sulit. Adakah proses mencolok soal proses ujian praktik SIM motor antara Indonesia, Malaysia, dan Jepang?

Di Indonesia saat ini ujian SIM C bisa berlaku untuk semua sepeda motor. Selama ini tertuang dalam Perkapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang SIM yang kemudian diperbarui Peraturan Kepolisian No.5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi.

Dalam aturan yang selama ini digunakan sebagai penilaian, ada beberapa rintangan yang harus dilalui pemohon SIM.

Pertama, ada uji pengereman dan keseimbangan. Pemohon langsung menjalankan sepeda motor dengan kecepatan stabil 30 km/jam di trek lurus. Jarak dari start sampai finish adalah 9 buah patok. Kemudian berhenti pada titik yang ditentukan dengan teknik pengereman kombinasi yang lebih dominan rem tangan bersamaan dengan rem belakang. Kaki kiri turun dan palingkan kepala ke kanan belakang konfirmasi keselamatan.

Kedua, pemotor melakukan zig-zag atau slalom, dengan kecepatan 10 km/jam. Jari-jari tangan tidak menekan tangkai kopling atau pengereman sebelum titik berhenti yang ditentukan.

Setelah itu, pemotor menjalankan sepeda motor di dalam lingkaran 3 kali membentuk angka delapan. Tidak berhenti dan kaki tidak menginjak lapangan, serta jari-jari tangan tidak menarik kopling atau rem.

Selanjutnya uji reaksi rem menghindar. Pemotor berjalan lurus dan melakukan pengereman pada garis kuning atau patok. Lepas rem pada patok atau garis hijau, lalu membelok sesuai petunjuk dari petugas, serta berhenti pada garis stop dengan teknik pengereman kombinasi untuk rem belakang mengimbangi dan untuk rem depan dominan, kaki kiri turun dan palingkan kepala ke kanan belakang.

Selain itu, pemohon juga menjalani tes berupa uji berbalik arah membentuk huruf U (Turn). Tanpa menginjakkan kaki ke lapangan dan pandangan tertuju ke arah yang akan dituju.

Peserta akan lulus jika tidak menyentuh dan menjatuhkan patok pada setiap materi yang diuji, selain itu memperhatikan posisi kaki dan pengereman pada materi ujian yang dilarang.

[Gambas:Youtube]



Sementara di Malaysia, dikutip dari Carsome.my, SIM motor terbagi atas kapasitas mesin. Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia atau lembaga yang mengeluarkan SIM disana.

Bagaimana dengan ujian praktiknya? seperti yang diunggah dalam video YouTube JPJ Belajar Memandu untuk SIM B2 (motor di bawah 250 cc), pemohon harus melewati rintangan berupa jalan yang lebih tinggi dan kecil untuk menguji keseimbangan.

Selanjutnya, pemohon SIM B2 juga dihadapkan rintangan seperti zig-zag, lalu uji pengereman, dan melewati jalanan yang tidak rata. Ujian SIM selanjutnya juga melakukan putaran angka 8, namun treknya terlihat lebih lebar.

Terakhir, pemohon SIM harus melewati rintangan berupa melewati sudut-sudut belokan yang lebih tajam. Syaratnya kaki tidak boleh turun dan melakukan pengereman di belakang garis putih.

[Gambas:Youtube]



Sementara di Jepang, seperti dikutip dari Tokyodrivingschool, SIM motor juga terbagi atas kapasitas mesin. Paling kecil 50 cc atau kurang (Moped), di atas 50 cc - 400 cc (Regular Motorcycle), dan di atas 500 cc (Large Size Motorcycle).

Ada beberapa rintangan yang perlu dilewati seperti balance beam --mirip-mirip dengan yang ada diterapkan di Malaysia. Pemotor perlu melewati rintangan berupa jalur dengan kontur lebih tinggi sepanjang 15 meter, lebar 30 cm. Harus dilewati 7 detik untuk motor regular, dan 10 detik untuk motor geda atau large size.

Selanjutnya, pemohon SIM motor juga harus melewati rintangan slalom dengan catatan waktu di bawah 7 detik untuk motor gede. Selanjutnya, melintasi jalur tidak rata sembari berdiri selama 5 detik.

Tantangan selanjutnya, pemotor melewati perlintasan rel tiruan di mana harus berhenti dan memeriksa kiri dan kanan sebelum melanjutkan.
Tes kemudian berlanjut berupa ke tahap Crank Course dengan melewati jalur sempit yang dibatasi cone. Lalu ke tahap bagaimana menanjak dan berhenti di turunan.

Ujian belum usai sebab peserta harus melewati jalan meliuk-liuk yang dibatasi cone, bahkan dalam tayangan lain juga mengitari seperti berbentuk angka 8. Tak ketinggalan, pemotor juga diuji materi berupa emergency stop, yakni Berhenti dalam jarak 11 meter dari kecepatan 40 km/jam tanpa selip.

[Gambas:Youtube]



Nah, setelah melihat beberapa contoh ujian praktik SIM motor. Mana yang paling sulit, detikers?



Simak Video "Ujian SIM Gagal Terus? Jangan Galau, Sekarang Ada 'Bimbel'-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)