Mesin 250cc Sudah Pakai 4 Silinder, Kenapa Mesin Moge Aprilia 660 Masih 2 Silinder?

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 10 Sep 2021 19:29 WIB
Aprilia RS 660
Aprilia RS 660 masih menggunakan mesin 2 silinder. Foto: Dok. Piaggio Indonesia
Jakarta -

Aprilia RS 660 dan Aprilia Tuono 660 resmi dipasarkan di Indonesia. Kedua moge beda konsep asal Italia tersebut sama-sama mengusung mesin DOHC, 659 cc, dua silinder. Tentunya menarik mendengar kedua moge ini masih memakai mesin dua silinder. Padahal kompetitornya, Honda CBR600RR, pakai mesin empat silinder. Bahkan motor 250 cc, Kawasaki Ninja ZX-25R, saja sudah memakai mesin empat silinder yang powerful.

Lalu apa alasan Aprilia masih setia menyematkan mesin dua silinder di jajaran moge entry level-nya tersebut?

Dijelaskan Technical Trainer Manager PT Piaggio Indonesia, Yudi Riswanto, mesin dua silinder pada moge Aprilia 660 Series memiliki banyak keunggulan dari kompetitor di kelasnya. Menurut Yudi, ada empat aspek yang menjadi pertimbangan Aprilia pada saat mengembangkan mesin itu.

"Pertama adalah sekompak mungkin, yang kedua adalah seringan mungkin, yang ketiga adalah getaran yang seminimal mungkin, dan yang keempat yakni performa yang semaksimal mungkin," ungkap Yudi, dalam diskusi secara virtual bersama awak media, Jumat (10/9/2021).

"Dari keempat aspek tersebut, maka didapatkanlah mesin dengan dua silinder inline, kapasitas 660 cc, sudah comply dengan Euro 5 tentunya, 8 valve, dan double overhead camshaft atau DOHC," sambung Yudi.

Dengan racikan mesin dua silinder tersebut, bobot Aprilia RS 660 secara keseluruhan menjadi lebih ringan dibanding si kompetitornya, Honda CBR600RR.

Misal, di atas kertas, Aprilia RS 660 menggendong mesin parallel-twin, DOHC, 659 cc, yang bisa menghasilkan tenaga puncak 100 dk di 10.500 rpm dan torsi maksimal 67,0 Nm pada 8.500 rpm. Namun untuk berat keringnya hanya sekitar 169 kg dan berat basahnya 183 kg.

Sementara Honda CBR600RR yang mengusung jantung mekanis inline-four (4 silinder), DOHC, 599 cc, bisa menghasilkan tenaga maksimal 119 dk pada 14.000 rpm serta torsi puncak 64 Nm pada 11.500 rpm. Namun bobot keringnya mencapai 194 kg.

Bahkan kalau dibandingkan dengan Kawasaki Ninja ZX-25R yang menggendong mesin 250 cc, empat silinder, bobot Aprilia RS 660 masih tergolong paling ringan. Sebagai informasi, di atas kertas, bobot ZX-25R mencapai 182 Kg (ABS SE) dan 180 Kg (Standard).

Jadi dengan mesin dua silinder, Aprilia 660 Series memiliki keunggulan dari segi power to weight ratio atau perbandingan antara tenaga dengan bobot. Tak hanya itu, mesin dua silinder juga lebih mudah dirawat. Menurut Yudi, Aprilia 660 Series sangat low maintenance karena bisa diservis di kelipatan interval 10.000 km.

(lua/din)