Kenapa Mesin Yamaha R7 Cuma 2 Silinder?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 19 Mei 2021 18:21 WIB
Yamaha YZF-R7
Yamaha YZF-R7. (Dok. Yamaha)
Jakarta -

Yamaha YZF-R7 resmi diluncurkan untuk pasar Eropa dan Amerika Utara. Sportbike ini diproyeksikan sebagai penerus Yamaha YZF-R6 yang sudah disuntik mati sejak akhir 2020 lalu. Yang menarik, Yamaha R7 mengusung konfigurasi mesin berbeda, di mana motor ini menggunakan mesin 2 silinder, padahal sebelumnya Yamaha R6 menggunakan mesin 4 silinder segaris. Lalu apa alasan Yamaha menyematkan mesin 2 silinder pada R7?

Yamaha YZF-R7 akhirnya dilahirkan kembali dengan tampang yang lebih modern dan teknologi kekinian. Bagi yang belum tahu, Yamaha R7 pernah eksis di tahun 1999, sebagai produk homologasi Kejuaraan Dunia Superbike dan balap ketahanan Suzuka 8 Hours. Motor sport ini hanya diproduksi sebanyak 500 unit di seluruh dunia.

Kini Yamaha YZF-R7 terlahir kembali dengan membawa mesin 689cc, 2 silinder, yang sudah teruji. Berikut beberapa alasan mengapa Yamaha memakai mesin 2 silinder di motor ini:

Yamaha YZF-R7Yamaha YZF-R7 Foto: Dok. Yamaha

Mesin Lebih Ramah Lingkungan

Mesin 2 silinder yang diusung Yamaha R7 lebih ramah lingkungan. Mesin ini sudah lolos regulasi Euro5, sehingga bisa dipasarkan di Eropa yang memiliki regulasi emisi ketat. Sebagai informasi, alasan Yamaha disuntik mati di Eropa adalah karena tidak lolos regulasi Euro5.

Tidak Perlu Membuat Mesin Baru

Selain lebih ramah lingkungan, mesin 2 silinder Yamaha R7 juga memiliki keunggulan lain karena merupakan mesin yang sudah dipakai di beberapa tipe motor Yamaha, seperti di model MT-07, XSR700, dan Tenere 700. Dengan menggunakan platform mesin dari model yang ada, artinya Yamaha tidak perlu mengembangkan mesin baru lagi, sehingga tidak perlu melakukan riset mesin baru yang biasanya memakan biaya besar.

Mesin 689cc, 2 silinder, Crossplane 2 (CP2)Mesin 689cc, 2 silinder, Crossplane 2 (CP2) Foto: Istimewa

Mesin Bertenaga dengan Ukuran yang Kompak

Yamaha R7 mengadopsi mesin 689cc, 2 silinder, Crossplane 2 (CP2), DOHC, 8 katup, berpendingin cairan, dan sesuai Euro5. Mesin tersebut punya tenaga maksimal hingga 73,4 PS pada 8.750 rpm dengan torsi maksimal 67 Nm pada 6.500 rpm.

Mesin itu memang masih kalah jauh dari mesin 4 silinder Yamaha R6, yang bisa mengeluarkan tenaga 123,7 PS di 14.500 rpm. Namun secara torsi, mesin Yamaha R6 hanya bisa mengeluarkan 65,7 Nm pada 10.500 rpm.

Meski demikian, mesin Yamaha R7 memiliki keunggulan lain karena ukuran yang kompak dan bobot yang lebih ringan. Selain itu, torsinya juga lebih besar dan bisa diraih di putaran mesin yang lebih rendah. Artinya, mesin ini dipastikan nyaman digunakan untuk berkendara harian.



Simak Video "Berubah Total! Intip Modifikasi Yamaha Xmax 250 Jadi Cafe Racer"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)