Round-Up

Soal Pengendara Moge yang Dicap Arogan

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 06 Nov 2020 09:26 WIB
Michelin Indonesia bersama ratusan pengendara motor besar mengadakan kegiatan Sunmori. Dalam kegiatan itu juga turut disosialisasikan keselamatan berkendara
Kenapa moge dicap arogan? Foto: Dok. Michelin Indonesia

Sementara itu, Indro Warkop yang dikenal sebagai salah satu dedengkot komunitas pengguna Harley-Davidson di Indonesia mengatakan moge itu memang eksklusif, tapi bukan berarti moge memiliki hak lebih tinggi di jalan. Di jalanan semua pengendara termasuk moge memiliki hak yang sama.

Pemilik nama asli Indrojojo Kusumonegoro itu diketahui sudah menunggangi Harley-Davidson kala remaja. Pesan yang selalu tertanam di benaknya ketika konvoi ialah mengedepankan sisi humanis.

"Ketika motor 10 saja ramai-ramai (konvoi) jalan. Bahayanya lebih, baik untuk kita kelompok sendiri, maupun pengguna jalan lain. Makanya selalu saya bilang, 'Yuk sadar diri, kita warga negara biasa, mari berbagi dengan yang lain' supaya yang ada di benak kita terus bahwa 'hey kita pemakai jalan juga, sama dengan yang lain lho'," kata Indro.

Sedikit mengungkit kepingan sejarah Harley-Davidson di Indonesia. Indro mengatakan bahwa pengguna Harley-Davidson terdahulu tidak didominasi kaum atas, latar ekonomi kelas satu tidak menentukan kepemilikan. Sebab motornya tergolong tua, dan unitnya peralihan dari kendaraan pemerintah.

"Kalau dulu dikenalnya motor dum." kata Indro.

Anak Moge Dilatih Safety Riding oleh PolisiAnak Moge Dilatih Safety Riding oleh Polisi Foto: Dok. Eki Razaki/HOG Anak Elang Jakarta Chapter

"Mohon maaf, kalau sekarang Harley-Davidson milik menengah ke atas. Bahkan saya aja sekarang nggak kuat beli motor sekarang ini. Kalau jaman dulu saya kan menengah ke bawah," kenangnya.

Kini motor Harley-Davidson di Indonesia menjadi simbol kemewahan, dan status sosial. Hanya segilintir orang yang bisa memilikinya. Di sisi lain, ia prihatin dengan peristiwa antara anggota TNI dengan rombongan Harley-Davidson terjadi di Bukit Tinggi beberapa waktu yang lalu.

"Kita ini manusia-manusia yang dipilih untuk bisa menikmati hobi yang bukan main. Apalagi sekarang jadi hobi mewah menjadi eksklusif, nggak usah diekslusifin itu memang sudah eksklusif."

"Saya berharap kita mensyukuri ini, mensyukurinya seperti apa? ya kita ingat banyak yang nggak bisa seperti kita. Sementara kita memakai jalan, jalan umum, yang bukan cuma kita sendiri, marilah kita syukuri itu dengan berbagi dengan masyarakat yang lain," kata Indro.

Halaman

(riar/rgr)