Jumat, 26 Jun 2020 19:36 WIB

Mulai Bisnis Jualan Helm Enggak Perlu Toko, Begini Caranya

Luthfi Anshori - detikOto
Helm Trail RSV Ilustrasi bisnis penjualan helm. (Luthfi Anshori/detikOto)
Jakarta -

Helm bisa jadi komoditas yang dipilih untuk memulai bisnis di era new normal. Perangkat safety ini banyak dicari penumpang ojol (ojek online) untuk menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, banyak bikers yang berburu helm baru untuk dijadikan helm keduanya.

Memulai bisnis penjualan helm pun tidak terlalu sulit, dan tidak sampai harus membuka toko fisik. Karena penjualan bisa dilakukan di toko-toko online. Selain itu, banyak pabrikan atau distributor helm yang membuka kesempatan bagi orang-orang yang ingin menjadi reseller (pengecer), tanpa syarat rumit.

"Di tempat kami, RSV, itu ada dua level, level reseller dan distributor," buka Executive Director RSV Helmet Indonesia, Richard Ryan, dihubungi detikOto, Jumat (26/6/2020).

Menurut Richard, tidak diperlukan syarat khusus untuk menjadi reseller. Sebab skema bisnis ini dilakukan dengan cara beli putus. Artinya reseller harus membeli helm-nya secara tunai, dengan jumlah minimal helm yang ditentukan.

"Untuk reseller minimal pembelian di 20 pieces. Itu jenisnya mix, 10 full face, 10 half face. Tapi untuk motif dan size-nya bebas," lanjut Richard sambil menyebutkan perlu modal kurang lebih Rp 10 juta untuk membeli 20 helm, dengan harga reseller itu.

Kendati menggunakan mekanisme beli putus, menurut Richard, pihak RSV tetap akan memantau para reseller. Intinya jangan sampai reseller menjual helm di bawah harga pasar.

"Syaratnya harus jaga harga pasar. Kita tentuin kan harga minimal publish rate-nya. Misal untuk harga helm jenis ini dikasih 300 ribu, dan jika ada reseller yang jual di bawah harga itu kita enggak akan kasih lagi. Jadi kita pantau terus. Supaya enggak perang harga di bawah," kata Richard.

Selain menjadi reseller, bisnis penjualan helm juga bisa dilakukan dengan sistem dropshipper. "Kalau mau jual helm sebenernya sekarang bisa tidak pakai modal yang terlalu besar. Bisa kerja sama dengan kita untuk berjualan di platform online dengan cara jadi dropshipper," bilang pemilik Toko HelmKu, Dani Sena.

"Yang penting ada kemauan berusaha seperti foto produk yang bagus. Komunikasi dengan team kita untuk masalah ketersediaan barang. Minimal penjualan 12 pertamanya harga normal, tapi penjualan ke 13 sudah dikasih harga khusus," ujar Dani.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
d'Rooftalk
×
Penemuan Rp 500 Juta di KRL
Penemuan Rp 500 Juta di KRL Selengkapnya