Rabu, 03 Jun 2020 18:12 WIB

Pakai Sekat Supaya Tak Tertular Corona, Driver Ojol Dilarang Ngebut!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sekat Pemisah Driver Ojol dan Penumpangnya Sekat Pemisah Driver Ojol dan Penumpangnya (Dok. Garda.)
Jakarta -

Asosiasi ojek online (ojol), Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), mengembangkan partisi penyekat driver dan penumpang ojol. Sekat yang memisahkan driver dan penumpang tersebut diharapkan bisa mencegah penularan virus Corona (COVID-19).

Namun, seiring pengembangannya, partisi yang digunakan driver ojol seperti memakai tas ransel itu menuai kritikan. Disebutkan, partisi tersebut bisa mengganggu keselamatan berkendara drivernya.

Menurut Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, dari sisi keselamatan berkendara partisi itu akan menangkap angin ketika motor bergerak. Dengan begitu, keseimbangan pengemudi akan terganggu.

Sekat Pemisah Driver Ojol dan PenumpangnyaSekat Pemisah Driver Ojol dan Penumpangnya Foto: Dok. Garda

Ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono, menyebut pihaknya menerima semua masukan untuk perbaikan partisi portabel tersebut. Untuk itu, Garda akan mengeluarkan petunjuk penggunaan partisi agar lebih aman.

Ojol Pakai PartisiOjol Pakai Partisi Foto: screenshot @dramaojol.id

"Untuk keamanan jika dianggap tidak seimbang maka Garda akan membuat petunjuk penggunaan partisi yang membatasi kecepatan sepeda motor saat menggunakan partisi," kata Igun kepada detikcom, Rabu (3/5/2020).

Menurutnya, saat menggunakan partisi ini, ojol hanya boleh menempuh kecepatan maksimal 50 km/jam. Di atas kecepatan tersebut statusnya tidak disarankan dan di atas 70 km/jam dianggap bahaya.

"Jadi ada level kecepatan yang disarankan," sebutnya.



Simak Video "Ini Permintaan Pemkot Bandung Sebelum Ojek Online Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com