Rabu, 01 Apr 2020 10:36 WIB

Yamaha Akui Bisnisnya Kena Efek Corona, Berapa Besar Penurunan?

M Luthfi Andika - detikOto
Logo Yamaha Yamaha mengaku terdampak pandemi corona dan kebijakan yang akan diambil pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus tersebut (Dadan Kuswaraharja)
Jakarta -

Pandemi virus corona jadi ancaman bagi industri otomotif, termasuk roda dua. Apapun stratetgi pemerintah untuk bisa meredam penularan, dunia otomotif pasti terdampak.

Demikian diungkapkan Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Antonius Widiantoro dalam perbincangan dengan detik.com. Dengan pandemi corona yang menghantam berbagai sektor kehidupan kini, kerugian disebutnya tak terelakkan lagi.

"Dampak terhadap bisnis pasti ada. Tapi saat ini belum dapat diukur. Karena saat ini banyak orang yang stay di rumah dan mengurangi aktifitas di luar, sehingga tingkat walk in ke dealer juga berkurang," ucap Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Antonius Widiantoro kepada detik.com.

Begitu juga soal distribusi kendaraan ke daerah-daerah di Indonesia.

"Secara distribusi, saat ini juga pasti kena dampak. Terutama di daerah-daerah yang episentrum. Kalau datanya, itu masih dievaluasi di internal," ujar Anton.

Penerapan karantina wilayah sudah diterapkan di beberapa daerah, sebut saja Bekasi dan Tegal.

Pemerintah Kota Bekasi menerapkan aturan pengecekan suhu tubuh di wilayah perbatasan. Kebijakan ini ditempuh untuk mencegah penebaran virus corona atau Covid-19.

"Di perbatasan itu kita minta penumpang yang mau ke Kota Bekasi, di situ pakai thermo gun dikontrol suhunya apabila suhunya lebih dari ambang batas (38 derajat Celcius), maka bagi orang luar Bekasi yang mau masuk Kota Bekasi dimohon untuk kembali lagi," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Enung Nurholis ketika dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com