Jumat, 27 Mar 2020 07:53 WIB

Jualan Anjlok, Pedagang Motor Bekas Mulai Waswas

M Luthfi Andika - detikOto
Aneka motor bekas terpajang di showroom motor bekas rumahan Jakarta Motorsport yang terletak di belahan Jakarta bagian barat. ilustrasi motor bekas Foto: istimewa
Jakarta -

Pasar motor bekas mulai terkena efek pandemi corona. Jumlah transkasi mengalami penurunan, penjual sudah mulai waswas.

Seperti disampaikan Kepala Marketing Antara Motor, Dwi Aryanto, kepada detik.com. Disebutnya, pasar motor bekas kini makin sulit semenjak pandemi virus corona merebak.

"Pasar motor bekas yang jelas sangat terpengaruh sekali," ujar Dwi.

Tidak berhenti sampai di situ, virus corona juga memaksa produsen motor bekas menutup showroom demi keamanan para pekerja. Tinggal tim marketing yang tetap bekerja via online.

"Showroom kita saja tutup karena mengisolasi diri sendiri. Tapi untuk proses pengajuan kredit motor akan tetap berjalan melalui online. Karena marketingnya tetap bekerja di dalam showroom, tapi kita kurangi untuk konsumen yang ingin datang," kata Dwi.

ilustrasi motor bekasilustrasi motor bekas Foto: Ridwan Arifin

Biasanya penjualan motor bekas akan ramai menjelang hingga akhir bulan. Namun hingga saat ini pasar masih belum bergairah.

"Pertama di awal bulan (Maret 2020-Red), sebenarnya masih stabil sampai tanggal 15, masih lumayan stabil. Tapi selepas tanggal 15 ke sini (setelah tanggal 15 Maret 2020-Red) sudah kelihatan penurunannya," kata Dwi.

"Karena biasanya rame pada awal dan pada akhir bulan, karena perputaran uang ada diawal dan akhir bulan. Wal hasil ini (akibat Corona-Red) cenderung penjualan motor bekas akan menurun 25-30 persen, ini sangat lumayan sekali," tambah Dwi.

Makin memperparah situasi, leasing kendaraan sulit membiayai konsumen yang ingin memiliki motor bekas.

"Karena kalau kita memang mayoritas pengajuan dari kredit. Sedangkan leasing lagi menutup diri, jam mereka sekarang dibatasi. Mereka masuk-nya bergantian. Ini membuat prosesnya agak lambat dan pengajuan agak sulit," katanya.

"Karena situasi seperti ini, orang atau konsumen tidak memikirkan kendaraan motor. Kalau kepepet mereka (konsumen motor bekas-Red) baru akan kredit motor, ini juga yang membuat penjualan motor bekas semakin sepi," ujar Dwi.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com