Selasa, 25 Feb 2020 14:41 WIB

Muncul Wacana Pembatasan Motor, Driver Ojol Siap Lawan

Ridwan Arifin - detikOto
Polusi udara merupakan satu dari beragam persoalan yang terjadi di ibu kota. Jakarta yang masuk 10 kota termacet di dunia turut sumbang polusi udara di ibu kota Wacana pembatasan sepeda motor Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menolak wacana pembatasan sepeda motor dilarang melintas di jalan nasional. Sebelumnya ide tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Nurhayati Monoarfa.

"Kami siap menentang usulan tersebut, baik usulan dari pengamat maupun dari komisi V DPR," ujar Ketua Presidium Garda, Igun Wicaksono pada detikOto.

Garda merupakan wadah yang beranggotakan ribuan pengemudi ojek online dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia.

Ada dua alasan Garda menolak keras wacana pembatasan sepeda motor melintas di jalan nasional. Pertama, karena pungutan pajak juga berlaku bagi pemilik sepeda motor.

"Sepeda motor juga sebagai pembayar pajak untuk pembangunan jalan nasional," kata Igun.

Lalu alasan mendasar orang-orang lebih memilih motor ketimbang moda transportasi roda empat, bus, atau kereta. Yakni karena belum adanya moda transportasi yang memadai.

"Belum adanya transpotasi umum yang memadai, aman, dan nyaman bagi masyarakat sebagai pengganti sepeda motor untuk aktivitas harian," ujarnya.

Meski memunculkan rencana pembatasan motor di jalanan, Nurhayati mengatakan tidak serta merta melarang sepenuhnya penggunaan sepeda motor.

Nurhayati berkaca pada sejumlah negara di dunia contohnya China yang ia sebut tidak ada motor melintas pada jalan nasionalnya, kecuali roda dua di atas 250 cc.

Sebab, sepeda motor masih menjadi alat transportasi utama masyarakat. Salah satunya membatasi area yang belum diakomodir oleh transportasi umum.

"Tidak adanya roda dua pun akan menyulitkan masyarakat luas. Di tempat-tempat seperti Jakarta, mungkin tidak menjadi masalah karena kendaraan umumnya sudah baik seperti adanya MRT dan lain-lain. Tetapi, di daerah-daerah lain itu mungkin agak kesulitan kalau kendaraan roda dua tidak diakomodir," ucap Nurhayati.

"Tetapi, area di mana kendaraan roda dua bisa melintas mungkin itu yang bisa kita atur," pungkas Nurhayati.



Simak Video "Ini Permintaan Pemkot Bandung Sebelum Ojek Online Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com