Selasa, 11 Feb 2020 07:44 WIB

Hebat, Pelajar SMP Ponorogo Bikin Alat Pencegah Anak-anak Kendarai Motor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
3 Pelajar Ini Bikin Inovasi Pengaman Sepeda Motor Pakai e-KTP Siswa SMP di Ponorogo menciptakan alat untuk menghindarkan anak-anak mengendarai motor (Charolin Pebrianti)
Jakarta -

Anak di bawah umur yang sudah berani mengendarai kendaraan bermotor menjadi masalah tersendiri di Indonesia. Banyak orang tua yang membiarkan anak-anaknya berkendara meski usianya belum memenuhi syarat.

Seperti diketahui, syarat mengendarai kendaraan bermotor adalah harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk membuat SIM, seseorang harus berusia cukup, minimal 17 tahun untuk SIM A (mobil) dan SIM C (motor). Namun, tak sedikit anak di bawah umur yang nekat berkendara meski belum cukup umur dan tidak memiliki SIM.

Tiga pelajar SMP di Ponorogo, Jawa Timur, menciptakan inovasi canggih yang bisa mencegah anak di bawah umur mengendarai sepeda motor. Tiga pelajar yang beranggotakan Andiyan Rahman Hafid (14), Vanky Agrinda Tama (14) dan Maulan Bintang Pratama (14) itu membuat alat pendeteksi SIM dan KTP untuk menyalakan mesin motor. Tanpa memindah SIM atau KTP, motor tak bisa dinyalakan.

"Sistem kerja kami adalah jika kami scan di RFID pakai KTP maka sepeda motor bisa distarter, jika belum (scan KTP dan SIM) motor tidak bisa distarter. Hal tersebut akan meminimalisir pengendara sepeda motor di bawah umur karena mereka belum memiliki KTP atau SIM. Jadi kalau orang tua mereka tidak memberikan KTP ataupun SIM kepada mereka maka mereka tidak bisa mengendarai sepeda motor," ujar Andiyan pencipta alat pengaman sepeda motor berbasis KTP dan SIM saat diwawancara CNNIndonesia TV.

Alat ini terdiri dari RFID (Radio-frequency identification), arduino nano, relay dan buzzer. Proses pembuatannya memakan waktu 8 bulan dengan menghabiskan biaya Rp 216 ribu dan beberapa kali uji coba.

"Sistem kerjanya adalah alat itu men-scan ID KTP dan memasukkan nomor SIM pada pemrograman. Jadi ketika ID KTP dan SIM itu sesuai maka alat tersebut bisa bekerja sebagaimana mestinya," ujar Guru Pembimbing, Dwi Sujatmiko.

Selain mencegah bocah di bawah umur mengendarai sepeda motor, alat ini juga bisa menjadi alat pengaman dari pencurian. Sebab, tak sembarangan orang bisa menyalakan motor.

[Gambas:Youtube]



Simak Video "Perbaiki Saluran Irigasi, Warga Ponorogo Temukan Jasad Bayi!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com