Sabtu, 01 Feb 2020 10:12 WIB

BBM Oktan Tinggi Belum Tentu Cocok untuk Semua Kendaraan

Rizki Pratama - detikOto
PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM. Penurunan ini berlaku mulai Minggu 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat. Foto: Antara Foto/M Agung Rajasa
Jakarta -

Beragam perusahaan berbasis energi menawarkan sejumlah jenis bahan bakar untuk kendaraan bermotor di Indonesia. Ada yang memiliki oktan rendah, ada pula yang memiliki oktan tinggi.

Meski begitu, pemilihan bahan bakar ini tidak sembarangan jika mempertimbangkan pada kemampuan maksimal kendaraan. Belum tentu bahan bakar beroktan tinggi cocok untuk motor dengan kompresi lebih rendah.

Kompresi mesin menentukan bahan bakar yang ideal untuk digunakan. Misalnya, motor dengan rasio kompresi mesin 7:1 sampai 9:1 disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 88 atau paling mentok oktan 90.

Laman Wahana Honda--diler utama motor Honda di Jakarta-Tangerang menyebut, kalau dipaksa menggunakan BBM dengan oktan yang lebih tinggi, kendaraan bisa-bisa tak bertenaga. Soalnya, timing ignition tidak sesuai dengan BBM yang digunakan.

Untuk bahan bakar RON 90 cocok digunakan untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 sampai 10:1. Sementara RON 92 untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 sampai 11:1. Sementara itu pada kompresi yang lebih tinggi lagi, bisa menggunakan bahan bakar RON 95 untuk rasio kompresi 11:1 sampai 12:1. Di atas itu, bisa menggunakan RON 98 seperti Pertamax Turbo.

Oktan pada bahan bakar juga tidak memberikan pengaruh secara signifikan pada konsumsi bahan bakar. Sebuah studi yang dilakukan American Automobile Association (AAA) menyebutkan, tak ada manfaatnya mengisi bensin dengan oktan tinggi kalau yang oktan rendah sudah sesuai spesifikasi mesin kendaraan.

Memang ada beberapa mobil yang disarankan menggunakan BBM dengan oktan yang paling tinggi namun tidak semua mobil. Menurut sebuah studi, menggunakan bensin dengan oktan lebih tinggi malah tidak signifikan hematnya.


Studi tersebut dilakukan AAA dengan mengetes beberapa model menggunakan BBM oktan tinggi. Hasilnya mobil-mobil tersebut menghasilkan kenaikan rata-rata efisiensi BBM sebesar 2,7 persen. Secara individu, efisiensi bahan bakar saat menggunakan BBM oktan tinggi bervariasi. Audi A3 model 2016 saat pengujian efisiensi bahan bakarnya malah turun 1%, sedangkan Cadillac Escalade efisiensi bahan bakarnya naik hingga 7,1%.

Namun, AAA menyimpulkan, peningkatan efisiensi bahan bakar yang cuma sedikit tersebut tidak mengimbangi biaya bensin beroktan tinggi yang lebih mahal. Jika bicara soal tenaga, BBM beroktan tinggi memang terbukti mendongkrak tenaga berdasarkan studi AAA. Tenaga kendaraan yang diuji AAA naik rata-rata 1,4%.



Simak Video "Truk Tangki BBM Terbakar di Banjar"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com