Susi salah satu tour guide asal China menjelaskan hal ini terjadi karena pemerintah China melarang warganya mengendarai kendaraan beremisi gas buang guna menurunkan tingkat polusi.
Baca juga: Kawasaki Siap Sulap Ninja Jadi Motor Listrik |
Foto: Ridwan Arifin |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor atau sepeda listrik di China mendapatkan tempat di masyarakat bahkan bisa bersaing dengan moda lainnya karena unggul dari sisi biaya. Di pedestrian pun sudah tersedia masyarakat tinggal menyewa.
Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah China di pusat maupun daerah sejak dekade lalu cukup agresif dan serius mendorong motor listrik.
"Buat mengurangi pencemaran udara, pemerintah China serius sekali," kata Susi.
Baca juga: Bijak Mengendarai Skuter Listrik |
Memang sekitar tahun 1999, pemerintah pusat China mengeluarkan ketentuan yang longgar bagi kendaraan roda dua atau sepeda listrik dengan bobot tidak lebih dari 40 kg dan kecepatan maksimal 20 km/jam. Ia mengatakan untuk menggunakan skuter listrik tidak wajib memiliki SIM. "Tidak perlu lisensi (SIM)," ujar Susi.
Beberapa kota di China yang sudah beradaptasi menggunakan skuter listrik antara lain Changzhou, Dalian, Foshan, Guangzhou, Harbin, Jinan, Ningbo, Suzhou, Taiyuan, Tangshan, Wuhan, Xi'an, dan Zhengzhou, Beijing, Changchun, Changsha, Chengdu, Chongqing, Guiyang, Hangzhou, Kunming, Lanzhou, Nanjing, Qingdao, Shanghai, Shenyang, Shijiazhuang, Tianjin, dan Wuxi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Melihat Aksi Motor Listrik Vs Motor Bensin Saat Terobos Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)













































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!