Senin, 28 Okt 2019 13:37 WIB

Bebas BBN Belum Cukup Bikin Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Menyediakan motor listrik di pasar Indonesia tidak serta merta membuat konsumen beralih ke kendaraan yang ramah lingkungan itu. Perlu ada dorongan lain berupa insentif yang menguntungkan para konsumen khususnya dalam masalah biaya-biaya terkait pembelian motor.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan membebaskan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) untuk kendaraan bermotor berbasis listrik. Viar sebagai salah satu Agen Pemegang Merek (APM) yang memasarkan motor listrik menyambut positif rencana tersebut.


"Itu harus. Sekarang DKI 12.5% VS Jabar 2.5% saja BBN sudah beda Rp 1jt," kata Direktur Marketing PT Triangle Motorindo, Sutjipto Atmodjo saat dihubungi detikcom, Senin (28/10/2019).

Ia melihat keistimewaan pajak biaya tersebut akan meningkatkan minat pasar beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Namun itu saja belum cukup karena bilangannya terhitung masih kecil.

"Akan meningkatkan tapi masih belum cukup," ujar Sutjipto.

Sutjipto mengatakan pasar motor bensin sudah lama berkuasa di Indonesia. Jika tidak ada keuntungan langsung secara finansial dalam pembelian motor listrik, motor bensin tetap menjadi pilihan konsumen Indonesia.

"Sekarang motor bensin sudah puluhan tahun memegang pasar. Masyarakat tidak akan merubah membeli sepeda motor listrik kalau tidak ada keuntungan buat mereka," tutur Sutjipto.


Regulasi istimewa yang menguntungkan pengguna motor listrik juga disarankan Sutjipto. Misal jalur khusus yang hanya dapat dilewati motor listrik.

"Membuat regulasi seperti kalau masuk Thamrin-Sudirman harus pakai motor listrik, ini baru bisa boost sepeda motor listrik," tandasnya.

Simak Video "Anies Akan Gratiskan Pajak Balik Nama Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com