Selasa, 15 Okt 2019 19:44 WIB

Cara Perusahaan Transportasi Online Cegah Kekerasan Terhadap Wanita

Ridwan Arifin - detikOto
Grab Foto: Grab Indonesia Grab Foto: Grab Indonesia
Jakarta - Menjamurnya penyedia jasa transportasi online membuat gandrung masyarakat Indonesia. Namun tak melulu mulus, kasus pelecehan pun juga terjadi pada moda transportasi tersebut.

Ketua Komnas Perempuan Azriana Manalu mengatakan pelecehan seksual menjadi pelanggaran yang mendominasi di sektor transportasi online baik roda dua maupun roda empat.



Bahkan pada catatan tahunan kekerasan perempuan di 2019 tercatat dua kasus kekerasan seksual yang terjadi di transportasi online. Angka tersebut masuk dalam 406.178 kekerasan terhadap perempuan yang diadukan ke Komnas Perempuan.

"Yang paling sering terjadi (kekerasan perempuan di transportasi online) itu pelecehan seksual dan pelecehan seksual itu dari yang sekedar verbal ataupun lewat chat," tutur Ketua Komnas Perempuan Azriana Manalu di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Sebab itu ia menginginkan perusahaan jasa transportasi online menggunakan sistem yang komprehensif untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan apapun bentuknya itu.

GrabGrab Foto: Dok Grab


Bagaimana dengan Grab, salah satu penyedia jasa transportasi online ini?

Grab bersama Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menggelar pelatihan anti kekerasan terhadap perempuan bagi mitra pengemudi perempuan untuk layanan GrabFood dan GrabExpress sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Grab sebagai pelopor dalam menciptakan standar keamanan platform yang tinggi di Indonesia.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan Grab menyadari bahwa kendala utama bagi perempuan untuk dapat sepenuhnya memanfaatkan peluang ekonomi digital saat ini adalah adanya kekhawatiran akan keselamatan pribadi mereka.



"Kami memberikan pilihan dalam hal ini mitra perempuan, kalau mereka merasa tidak comfortable menerima penumpang laki-laki. Kami menyediakan buat mereka," ujar Neneng.

Neneng menjabarkan beberapa fitur yang bisa mencegah hal tersebut yakni Grab Defence.

"Fitur ini merupakan penyempurnaan deteksi dan antisipasi kecurangan untuk melindungi mitra yang jujur. Tombol darurat dan penyamaran nomor telepon bagi mitra pengemudi dan penumpang," kata Neneng.



Sejak awal tahun 2018, berbagai fitur keamanan bagi mitra pengemudi dan pelanggan telah diperkenalkan oleh Grab di Indonesia termasuk fitur Verifikasi Wajah. Tombol Darurat, Bagikan Lokasi Perjalanan, dan juga Free Call menggunakan Voice Over Internet Protocol (VoIP).

Terakhir untuk mengembalikan psikologis seseorang yang pernah menjadi pelecehan seksual. Grab juga berujar telah bekerjasama dengan Yayasan Pulih untuk layanan aduan. Yayasan Pulih sebuah organisasi nirlaba di Indonesia yang menyediakan konselor psikososial bagi para korban kekerasan seksual, untuk melatih tim Costumer Experience Grab tentang pertolongan pertama psikologis ketika dihadapkan dengan insiden kekerasan seksual.

"Karena aman, kini mitra pengemudi dan penumpang selalu bisa mengejar berbagai hal yang berarti bagi mereka tanpa rasa ragu lagi," kata Neneng.

Simak Video "Tarif Baru Ojol Diterapkan, Grab: Kami Ikut Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com