Rabu, 09 Okt 2019 17:08 WIB

Dear Pemotor, Nekat Lewat Trotoar Setengah Juta Bakal Melayang

Dina Rayanti - detikOto
Trotoar dibajak pemotor. Foto: Grandyos Zafna Trotoar dibajak pemotor. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Penggunaan trotoar di jalan tak bisa sembarangan. Trotoar diperuntukan bagi pejalan kaki. Namun nyatanya, masih ada pengendara motor nakal yang justru melintas di trotoar agar bisa lebih cepat sampai tujuan karena kondisinya lebih sepi dari pada jalan umum.


Padahal pejalan kaki memiliki hak yang sama dengan para pengendara motor di jalan. Tertuang dalam Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 108 ayat 2 pengemudi kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

Tapi kenyataannya malah sebaliknya. Terkadang para pejalan kaki yang berjalan di trotoar justru harus mengalah dengan keberadaan para pemotor. Padahal mereka yang melanggar sudah dinanti sanksi berupa denda hingga kurungan penjara.

Trotoar dibajak pemotor nakalTrotoar dibajak pemotor nakal Foto: Grandyos Zafna


"Melanggar rambu lalu lintas pasal 287 ayat 1 UU No.22 tahun 2009," jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/10/2019).

Pasal tersebut berbunyi Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.


Pemotor nakal yang nekat lewat trotoar juga dianggap tak mengutamakan keselamatan pejalan kaki. Dengan begitu, jika melintas di trotoar maka akan dikenakan pasal 284. Hukuman pidana berupa kurungan dua bulan dan denda paling banyak Rp 500 ribu juga siap dikenakan kepada para pemotor nakal.

Simak Video "PKL di Trotoar Tuai Polemik, Anies: Jangan Kita Diskriminatif"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com