Jumat, 27 Sep 2019 17:32 WIB

Modifikasi GSX R150 untuk Difabel

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rizki Pratama Foto: Rizki Pratama
Jakarta - Kemajuan dan perkembangan teknologi telah memungkinkan kreativitas para mekanik menyalurkan kebutuhan orang berkebutuhan khusus untuk mengendarai sepeda motor. Sudah cukup banyak ditemukan motor-motor bebek dan matik dimodifikasi dengan penambahan satu roda untuk mempermudah orang berkebutuhan khusus mengendarainya.

Ternyata modifikasi itu tidak hanya dapat diaplikasikan pada jenis motor matik dan bebek saja. Motor sport yang tingkat kemampuan berkendaranya lebih rumit pun dapat dikendalikan oleh penyandang disabilitas.

Salah satunya diaplikasikan oleh motor GSX R150 milik Pangestu Sabar Budiman. Pria yang terlahir tanpa sepasang kaki ini melakukan sejumlah perubahan untuk disesuaikan dengan kebutuhannya pada motor berjenis sport itu.



Secara sekilas bagian yang paling menarik perhatian pada motonya adalah bagian setengah ke belakang. Supaya dapat berdiri tentunya roda belakang ditambah satu lagi seperti pada motor difabel lainnya. Untuk memuat dua roda sekaligus motor pria yang disapa Estu ini menggunakan lengan ayun khusus.. dua roda yang menggunakan velg depan Yamah Byson itu dioperasikan dengan sistem diferensial mobil. Tak lupa kedua ban itu juga dilengkapi dengan cakram untuk sistem pengeremannya.

"Udah pasti kelihatan arm ditambahin dan roda belakang jadi dua. Di situ kita pakai diferensial mobil untuk keseimbangan belokan pun juga ngga ngebuang," kata Estu.

Selanjutnya yang perlu dimodifikasi adalah pengoperasian transmisi dan rem belakang. Seperti diketahui, Estu memerlukan jangkaun khusus untuk mengakses kedua hal tersebut.

Pada sistem transmisi kini tak lagi berada di dekat pijakkan kaki melainkan dipindah ke stang. Mudahnya operasional transmisi ini mirip pada Vespa konvensional yang bertransmisi manual. Begitu juga dengan rem belakang, juga telah digeser tuasnya untuk dapat ditarik dengan tangan layaknya pada motoGP.

"Oper gigi kita buat kaya Vespa sistemnya, satu depan dua sampai enam belakang. Terus ubahan rem belakang itu nggak saya bikin kombi brake. Kalau rata rata orang kan kombi brake satu rem. Saya bikin tetep tiga. Belakang tetep dua dipencet ala-ala MotoGP," terang Estu.



Selain itu tak banyak ubahan fungsional pada sepeda motor yang menemani Estu beraktifitas sehari-hari. Ubahan lain yang mencerminkan kecintaannya pada sepeda motor adalah penggunaan knalpot racing. Estu sendiri mengaku sangat menikmati melaju cepat ketika mengendarai sepeda motornya.

"Knalpot digeser ke atas pakai knalpot racing. Kebanyakan ubahan bagian belakang," tukasnya.

Estu mengungkapkan bahwa seluruh modifikasi khusus untuk dirinya itu memakan biaya sebesar Rp 15 juta. Motor tersebut dikerjakan selama satu bulan dan sudah diuji oleh bengkel yang ia percaya keamanannya.

"Total modifikasi habis kurang lebih 15 juta. Pengerjaan itu kurang lebih satu bulan termasuk fitting dan mekanik untuk test ride apakah udah safety atau belum," pungkasnya.

Simak Video "Biadab! Sopir Angkot Setubuhi Wanita Difabel di Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com