Sabtu, 14 Sep 2019 19:53 WIB

Kecelakaan Tunggal Moge Terjadi karena Salah Ngerem

Rizki Pratama - detikOto
Safety riding di Wahana Safety Riding Centre Jatake. Foto: Rizki Pratama Safety riding di Wahana Safety Riding Centre Jatake. Foto: Rizki Pratama
Tangerang - Sepeda motor berkubikasi besar atau disebut moge selain dapat melaju kencang juga memiliki bobot yang sangat berat. Bahkan saat tidak melaju saja motor ini dapat menyebabkan cedera jika terhimpit olehnya.

Tentunya tak sulit membayangkan seberapa mengerikannya dampak kecelakaan ketika pengendara mengalami kecelakaan saat mengendarai moge. Bahkan kasus kecelakaan tunggal moge yang menimpa kalangan selebritas dan tokoh masyarakat lain masih sering terdengar.



"Pengendara ketiban motor besar misalnya faktor fatal luka lebih besar ketimbang motor cc lebih kecil karena beban lebih berat," kata Head of Safety Riding Wahana Honda Agus Sani saat ditemui dalam kegiatan safety riding di Wahana Safety Riding Centre Jatake, Tangerang, Sabtu (14/9/2019).

Faktor utama penyebabnya dikatakan Agus adalah salahnya momen dan cara pengereman saat mengendarai moge. Rem pada moge cenderung lebih pakem dan akan memberikan impak besar ketika melaju cepat ditarik sembarangan.

"Misal rem, pasti lebih pakem ketika salah menggunakan pengereman itu terus jatuh. Biasanya kecelakaan tunggal disebabkan karena salah faktor pengeraman itu yang bikin dia kecelakaan. Misal saat lihat lubang kaget cenderung narik rem nggak tepat itu bisa terbalik," papar Agus.

Selain itu Agus juga melihat masih ada pembeli moge yang belum menguasai cara berkendara sepeda motor dengan benar. Bahkan tak jarang pula moge menjadi motor pertama yang mereka kendarai.

"Kadang mereka punya uang tapi nggak bisa naik motor. Sebenarnya pengendara (moge) harus mampu dalam arti jangan terfokus sanggup beli sebaiknya jangan kala itu membahayakan dia. Sebaiknya latih dulu dengan motor lebih kecil baru dinaikkan lagi ke motor yang besar," saran Agus.

Meski begitu untungnya masih ada beberapa di antara mereka yang sadar dan mengikuti berbagai pelatihan safety riding. Ia pun juga tak bisa memaksakan karena memang tidak aturan wajib belajar untuk membeli motor karena izin berkendara diterbitkan oleh pihak lain.

"Wajib nggak mereka berkeinginan aja, kadang mereka punya uang tapi nggak bisa naik motor. Kadang ada yang privat ada juga sama komunitas," pungkasnya.

Simak Video "Ragam Wahana Wisata Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com