Jumat, 13 Sep 2019 16:54 WIB

Dari Logam Kiloan para Siswa SMK Ini Ciptakan Motor

Imam Suripto - detikOto
Foto: Imam Suripto/detikcom Foto: Imam Suripto/detikcom
Tegal - Siswa SMK Bhakti Praja, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah baru baru ini berhasil menciptakan sebuah motor rakitan Cooper dan Red Rock. Dua jenis motor tersebut dibangun menggunakan limbah besi kiloan dan komponen mesin mesin bekas.

Julukan Tegal sebagai Jepang-nya Jawa memang bukan isapan jempol. Sejak zaman dahulu, orang Tegal memang mahir dalam membuat suatu produk mirip barang pabrikan. Salah satu karya terbaru mereka adalah sebuah motor cooper dan red rock. Dua motor ini bahkan dibuat oleh siswa SMK Bhakti Praja Kecamatan Adiwerna.



Bahan yang digunakan untuk membuat dua jenis motor itu bukan dibeli dari pabrik. Melainkan dengan memanfaatkan limbah logam berupa besi kiloan. Secara kebetulan, Tegal merupakan sentra besi kiloan dari berbagai ukuran dan jenis. Pedagang besi kiloan tersebar dan mudah ditemukan.

"Siswa membuat motor ini dari besi bekas dan dibeli secara kiloan. Mereka tidak memodifikasi tapi benar-benar merakit dari nol," kata Kepala Program Studi Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Adi Fuju Harsono, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (13/9/2019) kemarin.

Siswa SMK di Tegal Ciptakan Motor Chopper dari Limbah LogamSiswa SMK di Tegal Ciptakan Motor Chopper dari Limbah Logam Foto: Imam Suripto/detikcom


Diterangkan lebih lanjut, motor cooper terdiri dari beberapa komponen limbah besi kiloan. Pipa besi ini dipakai untuk merakit rangka motor. Bagian Shockbraker mengambil dari tukang loak dan dalam kondisi sudah mati.

"Shockbraker ini milik GL 100 dan sudah mati. Fungai Shockbraker ini bisa dinormalkan dengan mengganti bagian seal. Jadi bisa empuk dipakainya," terang Adi.

Bagian roda yang dipakai adalah pelek bekas dari motor MegaPro yang diambil di pasar bekas. Untuk tangki BBM dan knalpot, siswa membuat sendiri menggunakan plat besi yang dibentuk secara manual.



Berikutnya, bagian mesin motor ini diambil dari beberapa komponen mesin bekasan. Artinya mereka tidak memakai mesin bekas secara utuh, melainkan merakitnya secara kanibal.

"Mesin cooper ini campuran. Chasingnya menggunakan Honda 70. Didalamnya terdiri dsri komponen mesin milik grand supra yang dipasang secara kanibal. Sedangkan kelistrikan cooper ini, memanfaatkan bekasan dari supra," urai Adi.

Hampir sama dengan Cooper, motor Red Rock ini juga memakai barang bekas. Yang membedakan dengan cooper, mesin yang terpasang di motor Red Rock ini menggunakan komponen campuran milik motor Yamaha.

Bagian depan casing mesin memakai bekas milik Yamaha crypton. Blok mesin mengambil punya Vega, seher piston dari Jupiter dan karburasi dari Vega. Untuk bagian pelek belakang diambil dari bekas mobil kijang.

Siswa SMK di Tegal Ciptakan Motor Chopper dari Limbah LogamSiswa SMK di Tegal Ciptakan Motor Chopper dari Limbah Logam Foto: Imam Suripto/detikcom


"Kami merubah cc mesin dari 110 menjadi 150 cc. Tujuannya agar mesin bisa menarik roda belakang yang berukuran besar," sambungnya lagi.

Sindoro Iza mengaku, perlu ketelitian dalam memilih bahan baku seperti pipa besi bekas, mesin dan komponen lain. Mengingat, bahan bahan itu dalam kondisi sudah berkarat dan sudah tidak berfungsi.

"Pipa besi harus yang ukurannya pas dan kuat untuk merakit motor. Kemudian kita rakit sendiri menjadi rangka. Mesin yang dipakai kita cari komponen komponennya. Kita pasang secara kanibal biar mesinnya bisa hidup lagi," ucap Sindoro Iza.



Kepala SMK Bhakti Praja Adiwerna, Erfan Suparmono menjelaskan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas siswa agar memiliki bekal ketrampilan yang memadai. Diharapkan, ketika lulus sekolah nanti, mereka bisa mandiri dengan ketrampilan yang dimilikinya.

"Meski hasilnya belum sempurna, namun mereka telah menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan motor gaul. Apalagi jenis motor cooper ini pernah dipakai Presiden Jokowi," tutur Erfan Suparmono.

Kepala SMK Bhakti Praja berharap, ke depan sekolah ini bisa mengembangkan produk motor lokal yang memiliki daya saing di pasaran.

Simak Video "Pengakuan Pemuda yang Bakar Motor karena Ditilang"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com