Senin, 26 Agu 2019 07:09 WIB

Tips Safety Riding: Kendalikan Motor, Bukan Kita yang Dikendalikan

Nurcholis Maarif - detikOto
Foto: Nurcholis Maarif/detikcom Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Bandung - Data Korlantas Polri menyebut lebih dari 100 ribu kasus kecelakaan kendaraan bermotor terjadi di Indonesia yang menyebabkan lebih dari 30 ribu korban. Singkatnya, setiap satu jam, maka ada tiga korban akibat kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan perwakilan Yamaha Indonesia, dalam acara D'Motospeak Coaching Clinic bareng Yamaha yang digelar di Badung Cafe N Resto, Bandung pada Minggu (25/8/2019). Menurutnya, dari kasus kecelakaan itu, 73%-nya didominasi oleh kendaraan roda dua atau motor.


"Ada tiga faktor yang bisa menyebabkan terjadi kecelakaan, yaitu faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan," ucapnya.

Menurutnya, faktor manusia menjadi faktor yang paling dominan. Ia mengatakan rider yang kurang disiplin dan tidak memiliki attitude dalam berkendara seperti menerobos lampu merah menjadi salah satu sebab banyaknya terjadi kecelakaan motor. Selanjutnya ia juga menjelaskan kondisi emosi dan fisik rider yang menyebabkan tidak fokus dalam membawa motor.

"Safety mind berpengaruh juga terhadap safety riding. Misalnya saat kecepatan rider mencapai 50 km/jam, seharusnya pengendara yang fokus melihat kondisi di depan jalannya hanya membutuhkan 0,4 detik setara 5,5 meter untuk merespon dari otak ke tindakan yang akan dilakukannya. Sedangkan orang yang banyak pikiran butuh 0,8 detik setara 11 meter," ucapnya.

"Selanjutnya keterampilan berkendara. Kebanyakan di Indonesia ini orang bisa naik motor secara otodidak. Padahal perlu belajar safety riding karena reaksi manusia memerlukan waktu dari mata melihat kemudian otak berpikir sampai melakukan tindakan pada tangan dan kaki,"imbuhnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa banyak rider yang tidak mengetahui karakter kendaraannya sendiri padahal ini menjadi faktor utama sebelum berkendara. Hal ini juga berefek ke perawatan kendaraan motor yang salah. Selain karakter kendaraan, Ia juga mengatakan seharusnya rider mengetahui fungsi kelengkapan keamanan dalam berkendara seperti helm, jaket, dan lainnya.

"Terakhir, saran saya, kita yang harus mengendalikan motor, bukan motor yang mengendalikan kita. Misalnya saat kita melaju dengan kecepatan 100 km/jam tapi hati kita tidak yakin, terus kita maksain, berarti itu motor yang masih mengendalikan kita," ucapnya.

Simak Video "Karena Masa Kecil Anak Tidak Akan Terulang Dua Kali"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com