Jumat, 21 Jun 2019 08:59 WIB

Alasan Orang Beli Motor Matik, Tinggal Ngegas Doang

Luthfi Anshori - detikOto
Skutik Honda Vario. Foto: Dok. AHM.
Jakarta - Tren motor matik di Indonesia sedang mengalami kulminasinya. PT Astra Honda Motor (AHM) bahkan menyebut pada awal 2019, penjualan motor matik menyentuh angka 90 persen.

"Jadi selama 4 bulan awal 2019, kontribusi kami, matik 90 persen, bebek kurang lebih 5-6 persen, kemudian sport 5-6 persen," kata Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya, beberapa waktu lalu.



Hal ini pun diamini oleh Chief Marketing Officer PT Wahana Makmur Sejati, Edi Setiawan, yang memasarkan motor Honda di area DKI Jakarta dan Tangerang. Menurut Edi, motor matik sudah menjadi yang paling dominan sejak tahun lalu.

"Sudah dari tahun lalu kontribusi matik (di diler kami) hampir 90 persen, dan sisanya dibagi sport dan bebek, yang berkontribusi 5 hingga 6 persen," kata Edi, di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Menurut Edi motor matik kian mencuri hati konsumen di Indonesia karena jenis motor ini menawarkan sebuah kepraktisan. Jauh dari apa yang ditawarkan oleh motor sport maupun bebek.



"Kenapa (motor matik laku keras) sih? Kembali lagi, karena alasan kepraktisan. Karena kan tinggal ngegas doang," terang Edi.

Selain dari sisi kemudahan dalam mengoperasikannya, motor matik juga punya keunggulan lain dalam hal akomodasi.

Seperti diketahui, motor matik dilengkapi kompartemen bagasi di bawah jok. Tak hanya itu, ruang yang ada di dek depan juga bisa dimanfaatkan untuk membawa barang. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com