Senin, 03 Jun 2019 12:25 WIB

Satu Tahun Berdiri, Paradigma Moge Arogan Disebut Sudah Mulai Membaik

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: dok. IMBI Foto: dok. IMBI
Jakarta - Salah satu tujuan berdirinya komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) adalah untuk mengubah paradigma masyarakat tentang para pengguna moge yang terkenal ugal-ugalan dan arogan. Setelah satu tahun berdiri, disebut bahwa tujuan itu tengah dalam prosesnya.

Maksudnya, pandangan tentang moge yang semaunya sendiri di jalanan kian membaik. Sebagaimana dipaparkan Ketua Umum MBI Rio Castello usai menggelar syukuran di kediamannya kemarin (2/6/2019).


"Kami sudah berdiri selama satu tahun. Hal yang bisa diambil saat ini adalah perkembangan tentang paradigma pemotor besar kian membaik. Itu bisa dilihat dari kedekatan para pengguna moge dengan masyarakat sendiri. Sekarang di tiap chapter, mereka memiliki kegiatan sosial di panti-panti asuhan dan sejenisnya sendiri. Ini terus berlangsung," kata Rio di Jakarta.

"Safety riding juga terus kita lakukan agar menanamkan sifat berkendara dengan sopan di jalan. Tekad kami adalah, MBI jadi pelopor keamanan di jalan," lanjutnya.


Rio juga menyadari, perubahan paradigma akan moge di tengah masyarakat masih belum cukup. Karena masih ada saja oknum yang semena-mena di jalan menggunakan moge.


"Masih ada lah oknum yang seperti itu walau tidak sebesar dahulu. Jadi kita akan tetap berjuang. Patut diketahui juga, kami adalah komunitas resmi pengguna motor besar yang sudah terdaftar di IMI (Ikatan Motor Indonesia)," ucap Rio lagi.


Ulang Tahun Pertama MBI
Dikesempatan sama, perhelatan yang digelar sambil berbuka puasa bersama ini diikuti oleh seluruh member MBI dari berbagai daerah di Jabodetabek. Acara ini juga dihadiri Ketua Dewan Pembina MBI, Bambang Soesatyo.

"Ini bentuk pengorbanan untuk sebuah persahabatan dan pertemanan, harusnya sudah pulang kampung tapi ditunda untuk ini, demi mempererat tali silaturahmi," kata Rio.

Satu Tahun Berdiri, Paradigma Moge Arogan Disebut Sudah Mulai MembaikFoto: Ruly Kurniawan

Lalu hadir pula Ketua Dewan Penasihat Motor Besar Indonesia (MBI), Kombes Pol Putu Putera Sadana yang menambahkan bahwa MBI tidak ada perbedaan dan kelas, semua sama. (ruk/ruk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed