Jumat, 31 Mei 2019 09:27 WIB

Vespa 'Gembel' Ikutan Mudik

Robby Bernardi - detikOto
Vespa Gembel mudik. Foto: Robby Bernardi Vespa Gembel mudik. Foto: Robby Bernardi
Jakarta - Mudik, sebuah tradisi pulang kampung yang sudah mendarah daging di Indonesia. Siapapun akan kembali ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tidak pandang bulu tradisi ini dilakukan warga. Dalam pantauan arus mudik Jumat (31/05) pagi detikcom tertarik dengan keberadaan sebuah kendaraan yang unik yang terparkir di tepi Jalur Pantura Pekalongan mengarah ke Barat (Semarang).

Kendaraan unik ini mereka sebut dengan 'Vespa Gembel', 'Vespa Rongsok' atau bahkan 'Vespa Sampah'.

Ya sebuah kendaraan skuter roda yang dirubah sedemikian rupa menjadi roda enam, delapan, sepuluh bahkan lebih. Bentuknya kotak selebar mobil dan memanjang hampir dua meteran. Biasanya dihiasi dengan atribut aneka macam botol bekas air mineral, kain-kain bekas, kaleng-kaleng, ataupun plang-plang petunjuk rambu.


Di bagian lainnya pun berisi ban-ban Vespa sebagai ban cadangan dan sekotak peralatan bengkel untuk memperbaiki mesin . Tidak heran bila kendaraan ini disebut sebagai sampah berjalan.

Kendati cukup membahayakan saat beroperasi di jalan raya, namun bagi mereka tidak takut. Padahal tidak satupun kendaraan ini memiliki lampu. Lebih ekstrem lagi, mereka tanpa bekal uang saku. Hanya mengandalkan gitar kecil dan tenaga, mereka bertahan hidup.

"Uang kita cari di jalanan. Kalau tidak mengamen ya kerja untuk makan dan beli bensin. Pantang bagi kita mengemis atau mencuri," kata Ramdanu pada detikcom saat ditemui di Jalur Pantura Pekalongan.

Diakui Ramdanu, kehadiran ombongan ini memang banyak cibiran dari warga.

"Ya mau bagaimana lagi ini sudah jalan kami. Yang penting kami tidak menggangu orang lain atau berbuat jahat," katanya.

Ada tiga unit Vespa gembel yang dipimpinya. Satu Vespa terdiri dari dua orang. Satu orang ini berada di posisi penumpang yang nantinya berfungsi untuk bergantian atau membantu mengangkat bodi vespa bila menyangkut. Ya jarak jalan dan bodi Vespa modifikasi ini memang tipis sekitar 5-10 centimeter.


"Ya kalau jalan tidak rata jelas nyangkut. Biasanya kita angkat," kata Ramdanu yang sudah empat tahun ini mengaspal dengan vespa sampahnya.

Ramdanu, Dani, Rudi, Anwar, Rohmat dan Udin, sudah dua bulan ini berada di jalanan melakukan perjalanan pulang kampung dari Tangerang menuju tiga Kota di Jawa Tengah yakni Semarang, Kudus dan Demak.

"Jalan santai. Sudah dua bulan perjalanan pulang kampung. Ya yang penting sampai ke kampung halaman," tambah Anwar.

Perjalanan rombongan kecil ini pun biasanya dilakukan pada malam hari. Kendati tidak berlampu perjalanan malam dipilih bukan tanpa alasan.

"Menghindari polisi. Kalau kita jalan diatas jam duabelas. Biar aman tidak ketilang sama polisi," tutur Anwar.

Perjalanan malampun tidak tanjap gas terus. Beberapa kali harus terhenti karena roda bermasalah. Ya kebanyakan roda-roda ini tidak mempunyai ban dalam. Hanya satu ban dalam yakni di bagian kemudi. Mereka gunakan ban luar saja. Agar lebih kuat mereka rangkap ban-ban luar.


"Yang penting sampai kampung halaman. Kami anak jalanan tapi kami rindu kampung halaman saat lebaran," sambut Dani anggota yang paling muda berusia 15tahun.

Perjalanan rombongan kecil ini akan terhenti saat mentari pagi bersinar. Mereka akan memarikirkan kendaraanya di lokasi yang aman, agar tidak mengganggu aktivitas warga mapun kendaraan lainnya yang melintas.

"Pagi kita istirahat. Siangnya kita kerja. Kerja apa saja. Ada yang mengamen, bantu bersih-bersih atau bantu bengkel, yang penting halal," jelas Ramdanu.

Selain tidak berbekal uang saku untuk perjalanan mudik, merekapun tanpa membawa baju untuk ganti. Apa yang mereka pakai itulah baju dan celana yang dibawanya.

Saat ini yang ada dalam pikiran mereka yakni mencoba bertahan hidup dan tetap eksis di jalanan. Bagi mereka, yang terpenting tidak menganggu orang lain dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.


"Masa depan, saya belum tahu, pingin hidup normal, iya jelas," katanya.

Yang jelas saat ini apapun yang terjadi hanya satu tujuannya, pulang kampung.

"Yang penting saat ini pulang kampung, ketemu orangtua," tambah Dani.
Roda-roda vespa gembel ini akan kembali berputar pada malam hari dan berhenti pada pagi hari. Entah akan sampai kapan rombongan kecil ini akan terus melaju di jalanan.



Tonton video Resmi Masuk Indonesia, Vespa Notte Dijual Terbatas:

[Gambas:Video 20detik]

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com