Selasa, 21 Mei 2019 12:43 WIB

Isu People Power, Honda Berharap Pemilu 2019 Berakhir Damai

Luthfi Anshori - detikOto
Pabrik AHM Foto: Pool/AHM Pabrik AHM Foto: Pool/AHM
Jakarta - Pemilu 2019 di Indonesia diramaikan dengan isu adanya 'people power' atau pengerahan massa menolak hasil perhitungan resmi Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum RI.

Menanggapi hal ini, PT Astra Honda Motor berharap gerakan ini tidak mengganggu kestabilan politik nasional. Terlebih, dengan adanya isu mobilisasi buruh untuk ikut serta dengan gerakan ini.

"Tentu kami berharap semuanya bisa (berakhir) damai. Semua bisa aman dan semua bisa tenang," ujar Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya, di acara Buka Bersama, di Jakarta, Kamis (20/5/2019).



Thomas juga mengatakan pabrik AHM tetap terus produksi. Apalagi sekarang mendekati libur lebaran, di mana permintaan konsumen terhadap produk otomotif, meningkat signifikan.

"(Soal isu mobilisasi buruh), kami masih tetap terus produksi. Ini kan juga menjelang lebaran. Pasti (karyawan) butuh income buat lebaran nanti kan," terang Thomas.



Di tahun 2019 ini, Astra Honda Motor menargetkan angka penjualan (whole sales) di kisaran 4,5 juta sampai 4,7 unit, dari target penjualan motor domestik di angka 6,2 - 6,3 juta unit.

"Kami terus akan menjaga supaya bisnis tumbuh. Apalagi di Indonesia juga kan industrinya tumbuh. Kami punya 25 ribu karyawan. Tentu mau segmen sport, matik, bebek, bagaimana supaya kontribusinya bagus," pungkasnya.



Tonton juga video Kata Ustaz Yusuf Mansur ke Massa People Power:

[Gambas:Video 20detik]


Isu People Power, Honda Berharap Pemilu 2019 Berakhir Damai
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed