Kamis, 21 Feb 2019 10:46 WIB

Soal Larangan GPS di Motor, Bikers Harus Lebih Bijak

Luthfi Anshori - detikOto
Pakai GPS saat naik motor. Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak A Pakai GPS saat naik motor. Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak A
Jakarta - Pengoperasian perangkat GPS seperti Google Maps di handphone saat ini menjadi polemik. Soalnya ada potensi hukuman bagi pengendara motor.

Gara-garanya GPS dianggap mengganggu konsentrasi saat mengemudi. Sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Hal itulah yang memicu Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terhadap Pasal 106 ayat 1 yang dikaitkan dengan penggunaan GPS pada handphone.



Menanggapi hal tersebut, salah seorang penyiar sekaligus motorcycle enthushiast, Surya Insomnia, menilai pemakaian Google Maps di gadget harus dilakukan secara bijak.

"Kalau ngomongin konsentrasi banyak banget yang bisa ganggu konsentrasi. Tapi bagaimanapun penggunaan Google Maps saat berkendara memang harus bijak," kata Surya ditemui selepas acara Nongkrong Bareng Shoope, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).



Dijelaskan Surya, cukup berbahaya jika perangkat GPS di motor sampai ganggu konsentrasi mengemudi.

Maka itu disarankan, pemotor lebih berhati-hati. Atau jika harus mengecek kembali rute perjalanan, pemotor lebih baik menepi sejenak.

"Jadi mungkin harus stop dulu untuk melihat rute selanjutnya. Dan ini nggak susah kok," pungkas Surya.


Simak Juga 'Kata Warga soal Wacana Penindakan Pengendara Gunakan GPS saat Berkendara':

[Gambas:Video 20detik]


Soal Larangan GPS di Motor, Bikers Harus Lebih Bijak
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed