Minggu, 03 Feb 2019 08:09 WIB

PCX Listrik Menantang Gesits, Lincah dan Viar Q1

Rangga Rahadiansyah - detikOto
PCX Listrik. Foto: Pradita Utama PCX Listrik. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Motor listrik semakin siap diimplementasikan di Indonesia. Setidaknya sudah beberapa motor listrik diperkenalkan di Indonesia, meski tidak semuanya yang sudah resmi dijual massal.

Beberapa hari lalu, PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan PCX Electric. Itu merupakan motor listrik pertama dari pabrikan Jepang di Indonesia. Sebelumnya, baru ada beberapa merek motor nasional yang memperkenalkan motor listrik. Mereka ada Viar dengan Q1, Gesits, dan terakhir Lincah.

PCX Electric ini menjadi penantang tiga motor listrik yang dibuat dengan merek Indonesia. Untuk menantang ketiga motor listrik itu, PCX Electric juga akan dirakit di dalam negeri. Motor tersebut akan satu rahim dengan versi konvensionalnya.



AHM merakit PCX Electric agar harga motornya tidak membengkak. Juga, pengembangan motornya sesuai dengan karakteristik pengguna motor di Indonesia. Sayang, AHM belum menjual massal PCX Electric melainkan baru bisa disewakan tanpa maintenance atau perawatan dengan yang sudah all-in. Terkait harga penyewaan, dibanderol hingga Rp 2 juta per bulan. Itu pun baru untuk institusi perusahaan atau pemerintah, belum disediakan untuk perorangan.

PCX Listrik Menantang Gesits, Lincah dan Viar Q1Foto: PT Astra Honda Motor


PCX Electric menggunakan dua baterai lithium-ion masing-masing 50,4V dengan densitas tinggi yang dipasang secara serial. Konstruksi motor listrik menggunakan struktur Interior Permanent Magnet (IPM) demi mendapatkan efisiensi energi dan performance motor listrik yang optimal.



Dengan baterai tersebut, motor mampu menghasilkan output maksimum 4.2kW yang didapat sejak putaran rendah dan torsi maksimal 18 Nm di 500 rpm.

Untuk mengisi baterai kosong, dua Honda Mobile Power Pack dapat terisi penuh dalam pengisian selama 4 jam saat menggunakan pengisi daya opsional dengan metode off-board. Terdapat pula cara pengisian menggunakan sistem on-board (terkoneksi langsung dengan listrik) dengan masa pengisian 6 jam.

Dalam keadaan penuh yakni dalam kecepatan konstan 40 km/jam, jarak yang bisa ditempuh sampai 69 km. Namun ketika pengguna memacu PCX listrik hingga 60 km/jam secara konstan maka baterai dapat bertahan sampai motor menempuh jarak 41 km. Hasil ini bisa berubah sesuai dengan pola berkendara pengemudi.

Tak cuma PCX Electric motor listrik yang akan mewarnai jalanan Indonesia. Sebelumnya ada Viar Q1 serta akan ada Gesits dan Lincah.



Viar Q1 sudah dijual di Indonesia. Ketika diluncurkan, Viar mengumumkan harga Q1 tak sampai Rp 20 juta, tepatnya Rp 16,2 juta.

PCX Listrik Menantang Gesits, Lincah dan Viar Q1Foto: M luthfi Andika


Viar Q1 menggunakan sistem penggerak listrik dari Bosch. Motor sanggup menjelajah sampai 60 km sekali baterai terisi penuh.

Dari motor listrik bertenaga 800 watt itu, motor bisa berlari dengan kecepatan sampai 60 km per jam. Baterai Viar Q1 mengusung baterai ion lithium dengan siklus pengisian antara 600-800 kali. Kapasitas baterai mencapai 2 KwH dengan waktu pengisian sampai penuh antara 5-7 jam.

Sementara motor listrik lainnya, Gesits, menggunakan baterai ion lithium sehingga dapat menempuh jarak hingga 80-100 km untuk sekali pengisian baterai penuh dengan waktu pengecasan 1,5 hingga 3 jam.



Dari sisi top speed, Gesits dapat melaju hingga 100 km/jam atau setara motor berkapasitas 125 cc. Soal harga, Gesits takkan jauh lebih mahal daripada roda dua bermesin 125cc saat ini. Sebagai informasi, motor konvensional sekelasnya saat ini dibanderol sekitar Rp 16-20 jutaan.

Motor Listrik Gesits. Motor Listrik Gesits. Foto: Ruly Kurniawan


Sementara Lincah menggunakan baterai Lithium ion yang memiliki konsep two bank, masing-masing baterai memiliki 1 kwh yang dapat menempuh jarak hingga 60 km dengan satu kali pengisian memakan waktu hingga 3-4 jam.

Lincah dapat mencapai top speed 70 km/jam. Tenaga setara dengan motor berkapasitas 100 cc.

Motor Listrik Lincah.Motor Listrik Lincah. Foto: Ridwan Arifin


Lincah yang diperkenalkan di sela-sela acara diskusi Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) di kawasan BSD, Tangerang, Rabu (30/01/2019) mengatakan banderolnya berada di kisaran 18 jutaan. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com