Jumat, 25 Jan 2019 10:50 WIB

Produsen Motor Dibikin Puyeng Motor Listrik, Terutama Baterai

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Honda PCX Electric Foto: Agung Pambudhy Honda PCX Electric Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Motor listrik adalah sebuah keniscayaan di masa depan. Produsen motor pun berlomba-lomba mengembangkan motor listrik, namun ada satu hal yang selalu bikin puyeng produsen, yakni soal baterai dan jarak jelajah motornya.

Hal itu disampaikan Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor Johannes Loman saat ditemui beberapa wartawan di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

"Listrik itu bagaimana baterai bisa murah, dan mengisinya bisa cepat. Sekarang dari semua brand, charging-nya lama dan jaraknya belum jauh," ujar Loman.



Menurut dia, untuk baterai motor listrik, lebih cocok menggunakan metode penukaran seperti penukaran tabung gas. Namun bukan berarti metode penukaran baterai ini tidak ada masalah. "Hanya saja cost-nya belum menyamai motor bensin," ujar Loman.



Agar swap baterai motor listrik bisa sukses maka di stasiun penukaran baterai, jumlah baterai yang tersedia idealnya 3 kali jumlah motor yang beredar. "Kalau yang pakai motor listrik sejuta maka baterainya 3 juta," ujarnya.

Di Indonesia, tercatat baru Viar yang berani merilis motor bertenaga listrik, yakni Viar Q1. Motor ini menggunakan tenaga listrik yang bisa mencapai kecepatan 60 km per jam.

Viar Q1Viar Q1 Foto: Rifkianto Nugroho


Dari nama lokal, pabrikan motor Gesits juga kabarnya menyusul di awal tahun ini. Motor akan dijual dengan banderolan harga sekitar Rp 22 juta.

GesitsGesits Foto: Ruly Kurniawan






Namun jika Otolovers penasaran dengan sensasi roda dua listrik, Otolovers bisa mulai mencoba menyewa sepeda listrik Migo. Sepeda listrik dengan bentuk seperti motor listrik.

Produsen Motor Dibikin Puyeng Motor Listrik, Terutama BateraiFoto: detikINET/Adi Fida Rahman


Untuk menggunakan layanan Migo, terlebih dulu kita harus mengunduh aplikasi di Play Store dan App Store, dilanjutkan registrasi. Saat berada di Migo Station, cukup lakukan pemindaian barcode yang ada di bagian belakang, sepeda listrik pun bisa digunakan.

Sepeda listrik MigoSepeda listrik Migo Foto: detikINET/Adi Fida Rahman


Tarifnya sendiri hanya Rp 3.000 per 30 menit. Unit yang telah selesai dipinjam, dikembalikan ke Migo Station. Setelah menggunakan sepeda, pengguna tinggal menekan tombol selesai. Nantinya, penjaga di Migo Station akan memindai barcode untuk mengonfirmasi pengembalian sepeda.


(ddn/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed