Senin, 14 Jan 2019 17:20 WIB

Ada-ada Saja, Masak Gegara Rambut Rontok Ogah Pakai Helm?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Prosesi Penguburan Helm karena Tidak Suka Pakai Helm. Foto: Istimewa Prosesi Penguburan Helm karena Tidak Suka Pakai Helm. Foto: Istimewa
Jakarta - Di India ada sebuah komunitas aneh. Komunitas itu menentang penggunaan helm untuk pengendara dan penumpang sepeda motor. Mereka tidak setuju dengan kewajiban memakai helm.

Padahal, helm itu merupakan perangkat paling penting dalam berkendara roda dua. Helm berfungsi penting untuk melindungi kepala saat terjadi benturan akibat kecelakaan.

Kelompok anti-helm tersebut menamakan dirinya Helmet Sakti Virodhi Kruti Samiti, yang artinya helm adalah seperangkat antagonis kekuasaan. Inti dari protes itu adalah untuk melawan peningkatan penegakan hukum wajib helm oleh pemerintah India di kota itu selama dua minggu terakhir. Setidaknya polisi setempat telah memberikan 9.500 surat tilang kepada pengendara motor yang tidak memakai helm saat itu.



Kelompok ini mengklaim bahwa mereka benar-benar percaya pada keselamatan, tetapi mereka juga percaya bahwa adalah akal-akalan pemerintah. Selain itu, mereka yang tidak percaya pentingnya helm. Karena, lalu lintas kota jarang melebihi 30 km/jam, maka tidak ada risiko cedera kepala yang signifikan dalam kecepatan rendah.

Alasan paling aneh lainnya yang menjadi motif kelompok tersebut adalah mereka percaya helm meningkatkan cedera tulang belakang dan bahkan kerontokan rambut. Karena kerontokan rambut dan masalah tulang belakang itulah mereka tidak suka menggunakan helm. Bahkan mereka melakukan ritual mengubur helm.

Andry Berlianto, Instruktur RDL (Rifat Drive Labs) sekaligus Edukator Helm RSV Helmet mengatakan alasan itu tidak masuk akal untuk tidak menggunakan helm. Helm, kata dia diciptakan sebagai bagian dari alat keselamatan.



"Soal rambut rontok tentunya tidak bisa dijadikan alasan karena terlalu dibuat-buat," kata Andry mengomentari berita tersebut.

Kata Andry, perawatan rambut tentunya bisa dilakukan ekstra jika memang helm yang dipakai diduga punya peran memberi kelainan kesehatan. Tapi kalau kepala hancur karena tak pakai helm, bukan cuma rambut yang rusak, nyawa pun bisa melayang.

"Saat memakai helm bisa dilapisi penutup (cover) yang rutin diganti pakai untuk menjamin kebersihannya. Merawat rambut seperti keramas saat setelah bepergian bisa dilakukan. Dan merawat helm seperti mencucinya, menjemur atau memberikan spray anti bakeri juga perlu," katanya.


Tonton juga video 'Helm Unik Berkarakter yang Meraup Omzet Puluhan Juta':

[Gambas:Video 20detik]


Ada-ada Saja, Masak Gegara Rambut Rontok Ogah Pakai Helm?
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com