Kata Pebalap dan Pencinta Otomotif Soal Motor Marquez Versi Jalan Raya

Ridwan Arifin, Rizki Pratama, Robi Setiawan - detikOto
Minggu, 09 Des 2018 14:09 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Bogor - Pebalap muda Indonesia Andi Gilang yang berada di bawah asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT) turut hadir dalam seri ketiga Indonesia CBR Race Day 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor (9/12/2018). Pada kesempatan tersebut Andi Gilang unjuk gigi dengan menunggangi replika Motor Marc Marquez saat menjuarai kejuaraan dunia MotoGP 2013.

Motor itu adalah Honda RC213V-S. Ini merupakan motor MotoGP versi jalan raya. Spesifikasinya sama seperti tunggangan Marquez, hanya ditambahi beberapa komponen agar legal digunakan di jalan raya.

"Kesannya senang banget nyobain replika MotoGP. Sebenernya saya sudah sering nyobain motor ini tapi ya setiap nyobain kesannya selalu bagus dan sangat senang sih," ungkap Gilang.



Meskipun ini sudah kali keempat bagi Gilang memacu motor ini, dirinya tidak pernah menghitung secara pasti berapa kecepatan tertinggi yang bisa dia capai. "Paling tinggi selama naik motor ini nggak oerhatiin berapa kecepatannya cuma mungkin 200 km/jam lebih."

Gilang berpesan untuk siapa pun yang ingin atau mendapatkan kesempatan menunggangi motor ini agar menjaga konsentrasi motor super cepat ini. "Tips untuk pertama kali coba, pertama pasti seneng banget tapi kita juga harus kontrol karena motor ini powernya gede banget makanya bukan hanya senang tapi harus konsentrasi begitu riding motor ini."

Memiliki power yang besar pada start melaju di atas Honda RC213V-S haruslah berhati-hati agar tidak melompat pada saat membuka gas. "Lepas gas moge jangan langsung full harus diurut pelan-pelan," ujar Gilang.

Influencer sekaligus pencinta otomotif, Abdul Satar juga menjajal RC213V-S. Ia mengaku ketagihan dengan performa motor RC213V-S di sirkuit balap.

"Kalau dibilang nggak ketagihan bohong ya, ini udah ketiga kalinya gue barengan sama motor ini. Bisa merasakan teknologi Honda mesin V4, mono swing arm, quick shift, motor terbaik super bike yang dikeluarin Honda," ungkap Abdul Satar.

Selain itu, dirinya mengaku sangat percaya diri membawa motor RC213V-S Carbon, meski saat bermanuver melahap aspal di Sirkuit Internasional Sentul.

"Jadi gue nggak pernah sampai segitu-in, gue miringin diem banget, kalau dari handlinng stabil banget, nggak ada shaking," ungkap Abdul Satar.

"Kalau bobot waktu kejurnas bawa CBR1000 bobotnya 190 kg dan ini motor beratnya 157 kg, jadi 30 kg lebih ringan," ujarnya.

Setidaknya ada tiga keunggulan dari motor Marc Marquez di mata Abdul Satar yang membuatnya kepincut. Bahkan ia tak segan untuk merekomendasikan bagi siapa pun pemula yang hendak menunggangi Super Bike.



"Sangat stabil dari segi rangka dan mesin, handlingnya sangat mudah jadi benar-benar confident, powernya itu friendly banget, karena ada quick shifter naik turun gigi nggak usah pakai kopling, dan nggak ada gejala slide belakang walaupun ada late braking," ungkap Abdul.

Saking nyamannya, dirinya bahkan merasa membawa motor ini seolah mengendarai Honda Scoopy.

"Jujur aja gue latihan 2 tahun terakhir ini pakai superbike, gue gak pernah semiring sampai (pelindung) lutut gue sampai habis, baru kali ini karena gue terlalu confidence pakai motor ini. Kecepatan 180 terus gue tikungin, diem aja, serasa naik Honda Scoopy," kata Abdul.

Dirinya juga menunjukkan bukti kenyamananya menggunakan motor seharga Rp 7,6 miliar ini, yaitu pelindung lututnya yang habis karena begitu nyamannya motor ini saat di tikungan.

"Ini adalah motor bagian dari sejarah. Karena Marquez bisa mendominasi MotoGP itu karena faktor motor ini. Jadi lu bisa merasakan bagaimana teknologi Honda ini benar-benar sangat confidence," ungkapnya.



Dengan segala keunggulan yang dimiliki Honda RC213V-S, dirinya bahkan menyebut motor ini mampu melampaui semua ekspektasi dari biker. Saat ditanya skor 1-100, Abdul pun dengan yakin memberi skor motor ini 120 (melebihi batasan).

Selain itu, 'Si Entong' alias Fachri Muhammad juga menjajal RC213V-S. Apa komentar 'Si Entong'?

"Motor ini yang saya cobain yang street legal itu ada lampunya ada spion, pokoknya lengkap jadi bisa dipakai di jalan umum, cuma yang jelas nggak bisa boncengan. Nah motor ini itu berapa lap saya cobain itu nurut banget di tikungan, tenaganya ngisi banget, udah gitu cuma emang yang saya pakai ini bukan yang buat balapnya, tapi yang street legalnya, jadi itu memang dikasih limit supaya mungkin kalau di jalan nggak bahaya kan. Tapi motornya enak banget," komentarnya. (rgr/ddn)