Selasa, 04 Des 2018 14:24 WIB

Indonesia Bakal Punya Pabrik Baterai Lithium, Ini Kata Yamaha

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Indonesia dalam waktu dekat akan mulai membangun pabrik baterai untuk kendaraan listrik. Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pabrik tersebut akan menjadi yang terbesar di dunia.

"(Pabrik) Baterai Lithium tanggal 11 itu ground breaking bulan 1 di Morowali, itu US$ 4 miliar dia investasi, saya cuma siapin satu tahun. It's the biggest lithium battery producer in the world," kata dia dalam acara Pertamina Energy Forum (PEF) di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Salah satu produsen sepeda motor terbesar di Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberikan tanggapan. President Director & CEO PT YIMM Minoru Morimoto memaparkan, meski punya pabrik baterai untuk kendaraan listrik bukan berarti semua mobil atau motor dapat menggunakannya.


"Karena kendaraan listrik itu berbeda dari kendaraan bensin. Kalau kendaraan bensin, mau mobilnya Lamborghini, Porsche, Toyota, Nissan, atau lainnya, itu bisa gunakan bensin yang sama. Tapi kalau kendaraan listrik, setiap kendaraan itu berbeda-beda (baterainya)," katanya di Pulo Gadung, Jakarta, kemarin (3/12/2018).

"Di dalam EV juga ada kontrol yang kita namakan Battery Management Control (BMC). Nah setiap perusahaan itu tidak selalu sama. Jadi mungkin ini akan diperbincangkan lebih lanjut bersama AISI," lanjut Morimoto.

Namun lebih lanjut, Morimoto tidak bisa mengatakannya dengan pasti. Yang jelas tidak semua kendaraan listrik bisa menggunakan baterai yang sama.


"Sekarang saya tidak bisa mengatakan secara pasti terkait hal ini," katanya.

Dikesempatan terpisah, Luhut menerangkan bahwa pembangunan pabrik baterai memiliki potensi besar agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya. Dengan hal tersebut, Indonesia dapat menjadi pemain industri kendaraan listrik.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik baterai akan dimulai pada tanggal 11 Januari 2019.


"Penjualan mobil listrik maju terus, naik 100% 2015-2017. Siapa yang paling menonjol di sini itu? Tiongkok 2015-2017. Dia produser lithium baterai terbesar di dunia sekarang," ujarnya

"Indonesia harus jadi pemain utama lithium battery, kita pemain utama, kita yang kontrol market dunia. Bagaimana kita buat jadi efisien, sekarang kita jadi player," tambah Luhut. (ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed