Rabu, 21 Nov 2018 19:59 WIB

Seberapa Besar Pengaruh Tahun Politik ke Penjualan Motor?

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi produksi motor Honda Foto: Hasan Alhabshy Ilustrasi produksi motor Honda Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Tahun depan Indonesia memasuki tahun politik yakni bakal terselenggaranya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Pesta demokrasi tersebut pun diprediksi bakal mempengaruhi penjualan sepeda motor secara nasional. Artinya, pasar motor domestik diperkirakan lesu.



"Tahun politik menjadi salah satu tantangan (penjualan motor) di 2019 nanti," ujar Direktur Keuangan PT Astra Honda Motor (AHM) Erik Sadikin pada Workshop Wartawan Industri 2018 bersama Astra Internasional di FX Sudirman, Jakarta.

Menurut Erik, banyak calon konsumen motor akan menahan atau menunda pembelian di tahun politik. "Ibaratnya kalau tahun politik itu menjadi tahun yang 'panas'. Orang merasa nggak aman untuk bisnis dan transaksi (barang mahal). Pasti mereka menunda untuk pembelian motor sampai kondisi kondusif," terang Erik.



Penjualan motor pun dijamin akan stabil jika proses politik di Indonesia berjalan lancar. "Kayak kemarin Pilkada serentak berjalan lancar, nah otomatis (calon) konsumen tidak menunda pembelian motor," terang Erik.

Meski bakal menghadapi tahun politik, penjualan motor tahun depan diprediksi akan stabil, bahkan bisa melebihi penjualan tahun ini. "Kalau perekonomian dan kondisi politik stabil, prediksi penjualan motor untuk tahun depan antara 6,2 sampai 6,3 juta unit," pungkas Erik. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed