Ternyata Mesin Dua Silinder Royal Enfield Sudah Ada dari Dulu

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 02 Okt 2018 19:01 WIB
Royal Enfield Interceptor 650 Twin. Foto: Dok. Royal Enfield
Santa Cruz, California - Royal Enfield baru saja memperkenalkan motor dua silinder modern pertamanya di dunia, yaitu Interceptor 650 Twin dan Continental GT 650 Twin. Keduanya meluncur secara global pertama kali untuk pasar Amerika Serikat.

Ternyata, mesin dua silinder Royal Enfield ini bukan kali pertamanya. Dulu, Royal Enfield sudah punya motor dua silinder sejak awal-awal berdiri.

"Sejak 1912 itu Royal Enfield sudah punya mesin dua silinder, bukan paralel, tapi V-Twin. Setelah Perang Dunia II, pada 1948 mereka baru bikin mesin dua silinder segaris pertamanya, disebut 500 Twin," cerita Gordon May, penulis, sejarawan, dan penggemar Royal Enfield saat ditemui detikOto di California, Amerika Serikat.



Pada tahun 1953, Royal Enfield mengubah mesin 500 cc dua silinder segarisnya menjadi 700 cc. Mereka menyebutnya Royal Enfield Meteor.

"Itu adalah motor dengan mesin dua silinder segaris terbesar Inggris pada saat itu," katanya.

Lima tahun kemudian, pada 1958 Royal Enfield melahirkan Super Meteor yang merupakan upgrade dari Royal Enfield Meteor. Super Meteor jauh lebih bertenaga dan menjadi motor Royal Enfield pertama yang bisa tembus 100 mil per jam (160 km/jam).

"Setelah Super Meteor, mereka bikin mesin yang performanya lebih tinggi, namanya Constellation. 51 bhp, 110 mil per jam pada 1958. Motor itu sangat cepat tapi baru punya rem teromol pada saat itu. Namun bisa menyetop dari kecepatan 110 mil per jam," kata Gordon.

Pada 1960, Constellation dijadikan motor balap di Amerika Serikat. Perangkat yang tidak diperlukan dibuang seperti lampu depan, knalpot yang diganti menjadi lebih ringan.



"Itulah Interceptor pertama yang dibawa ke Amerika, 700 cc," sebutnya.

Kemudian pada 1962 di Inggris, Royal Enfield membuat Interceptor 750. Mesinnya tidak benar-benar 750 cc, tapi hanya 736 cc.

Menurut Gordon, Royal Enfield menyetop produksi Interceptor dengan mesin dua silindernya karena masalah finansial dan tekanan dari pesaing. Sebab, saat itu produk Jepang yang lebih murah menyerang Inggris.

"1970 motor Jepang yang murah (CB750 4 silinder) datang ke Inggris, sehingga motor Inggris belum siap untuk menghadapinya," kata Gordon.

Kini, Royal Enfield Interceptor telah dilahirkan kembali. Royal Enfield mulai menjajakan lagi Interceptor bermesin dua silinder segaris 650 cc. (rgr/ddn)