Selasa, 02 Okt 2018 17:54 WIB

Royal Enfield: Motor Kami Bukan Motor Mewah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Royal Enfield Twins. Foto: Dok. Royal Enfield
Santa Cruz, California - Motor gede (moge) di Indonesia memang cukup diminati. Tapi, motor ber-cc besar itu harganya relatif lebih mahal di Indonesia. Alasannya, pajaknya cukup tinggi karena moge terbilang sebagai motor mewah.

Pemerintah hendak melakukan pengendalian impor mobil mewah dan motor di atas 500 cc. Berdasarkan Tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap 1.147 barang impor, mobil CBU di atas 3.000 cc dan moge (500 cc ke atas) bakal makin mahal. PPh22 naik dari 7,5 persen menjadi 10 persen.



Motor seperti Royal Enfield otomatis akan terkena imbasnya. Apalagi, Royal Enfield baru saja meluncurkan motor bermesin dua silinder terbarunya yang berkapasitas 650 cc. Pasti jika masuk Indonesia harganya melambung tinggi.

CEO Royal Enfield Siddharta Lal menampik jika produknya dilabeli sebagai motor mewah. Sebab, motor Royal Enfield bukan motor yang menggendong mesin terlalu besar seperti 800 cc ke atas.



"Saya pikir ini tidak terlihat seperti produk yang mewah. Di Thailand pasarnya lebih besar untuk motor gede, Indonesia lebih kecil karena pajaknya yang tinggi dan harganya lebih mahal," kata Sid saat ditemui di Santa Cruz, California, Amerika Serikat.

"Di Thailand tidak ada luxury tax, itulah sebabnya pasar motor gede lebih besar di sana. Mungkin saya pikir Indonesia harus mengikuti regulasi Thailand," sebutnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com