Sabtu, 29 Sep 2018 11:01 WIB

Gatal Mau Boyong Scorpio, Kenalin Dulu Penyakitnya Yuk!

Ridwan Arifin - detikOto
Motor Scorpio juga rajin jadi bahan modifikasi (Foto: Hendri Surya Wibowo) Motor Scorpio juga rajin jadi bahan modifikasi (Foto: Hendri Surya Wibowo)
Jakarta - Selain Honda Tiger, Yamaha Scorpio jadi motor sport touring pabrikan Jepang yang banyak penggemarnya di Indonesia. Dengan kapasitas volume mesin 225 cc dibalut sistem 4 langkah, tak ayal Scorpio mampu mengeluarkan power yang biasa diandalkan.

Buat Otolovers yang hendak memboyong Scorpio seken, ada baiknya mengenal kelemahannya.



Benny Ilham, pecinta motor sekaligus pemilik bengkel spesialis Scorpio yang bermarkas di Jl. Kemang Raya, Cilodong, Depok berbagi kelemahan motor besutan garputala ini.

Pertama kelemahan Scorpio ada di bagian kaki-kakinya, kebanyakan kasus suspensi belakang sering amblas. Hal tersebut karena Arm Relay (AR) dan Connecting Rod (CR) bawaan pabrik kurang bagus. "Dari awal saya kenal Scorpio itu masalahnya Conrod dan Arm Relay," ungkap Benny kepada detikOto.



Dari fungsi motornya pemilihan AR dan CR besutan VB Motor juga disesuaikan disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari tujuan cornering, semi touring atau tipe touring.

"Kedua karburator, kalau pakai vakum pasti nggak enak karena karetnya rentan bocor, karet vacum aja itu harganya mahal, solusinya pakai produk aftermarket pakai karburator PE 28," kata Benny.

Selanjutnya adalah kopling dan mesin Scorpio yang gampang overheat. "Kopling cepat panas kalau pemakaian olinya kurang bagus, Scorpio kan sehernya gede ya, nggak ada pendinginnya (air cooler), jadi gampang panas, kalau sudah panas koplingnya selip," pungkas Benny.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com