Selasa, 25 Sep 2018 17:38 WIB

Untung Rugi Bisnis Servis Moge

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Ridwan Arifin Foto: Ridwan Arifin
Depok - Berbisnis bengkel nampaknya menggiurkan apalagi pertumbuhan motor yang terus meningkat akan dibarengi keinginan konsumen untuk merawat motor kesayangan. Lantas bagaimana keuntungan dari berbisnis bengkel motor gede, yang notabenenya memiliki pasar yang terbatas?

Untuk mengetahui lebih lanjut, detikOto menyambangi bengkel milik Ade di Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok. Bengkel ini tidak hanya melayani perbaikan motor kecil, tetapi juga melayani motor gede milik kepolisian.



"Kalau bengkel ini terima semua jenis motor, mau motor gede atau motor kecil kayak skutik selama masih bisa dikerjain, diterima aja," ungkap Ade, yang sudah mulai menangani moge polisi sejak tahun 1995.

Saat ini Ade sudah memiliki tiga karyawan yang bekerja di bengkelnya, menurutnya bisnis yang digawanginya ini keuntungannya sudah cukup untuk biaya hidup. "Kalau keuntungan itu relatif, syukur bisa buat nutupin makan sama gaji karyawan, bisa-lah," tutur Ade yang juga hobi terabas pakai motor trail.

Memang keahlian servis motor gede tidaklah semua orang bisa miliki, seperti Ade yang sudah memiliki pelanggan tetap yang selalu servis rutin di bengkelnya. "Depok aja ada 10 servis rutin tiap bulan, dari Polda Metro Jaya saya hitungin ada 18 orang dateng ke sini," tutur Ade.



Ade sendiri mengatakan kalau keuntungan diambil dari jasa servisnya saja. "Untuk servis ringan sekitar Rp 250 ribu," kata Ade. Bagian yang dicek itu seperti pembersihan karbu, filter udara, dan lubang exhaust, dan biaya tersebut hanya jasanya saja belum termasuk spare part.

Dalam pengamatan detikOto ada salah satu moge polisi yang terparkir sedang dalam penanganan servis besar. Ade mengatakan kalau motor tersebut mengalami masalah pada rantai aternator dan pada transmisi gigi dua. "Untuk bongkar mesin ini habis sekitar Rp 10 juta," kata Ade.

"Ongkos jasa kita cuma ambil Rp 1,5 juta, keuntungan dari situ aja, kita periksa seluruh bagian mesin, misalnya di moge ini (Yamaha XJ900P) masalah mesin paling di rantai keteng, karet sil pada bocor, dan baru-baru ini aternator primary," kata Ade.

Ade menekuni bisnis servis ini sejak tahun 1995. "Dulu saya sebenarnya mekanik bengkel Suzuki Indomobil, kemudian sekitar tahun 2000 saya keluar, selama jadi mekanik Suzuki saya sambil servis motor gede panggilan, sekitar tahun 1995-lah," ungkap Ade.

Ia mengungkapkan mulai berkecimpung di dunia servis moge kedinasan karena memiliki hobi di otomotif dan banyak rekanan di kepolisian. "Sebelumnya hanya hobi perawatan moge tapi saya punya banyak teman polisi, akhirnya ada yang coba servis lama-lama alhamdulillah makin banyak pelanggan," tutur Ade.

Salah satu yang terus dijaganya adalah merawat kepercayaan konsumen. "Meski hanya perawatan biasa, saya nggak akan lari dari tanggung jawab, karena saya ingin dipercaya sama orang, Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada komplain yang macam-macam," kata Ade.

Cerita dari mulut ke mulut itu pun rasanya jadi media pengiklan paling berpengaruh dari bengkel AMS ini, setidaknya sudah ada beberapa moge kepolisian yang menjadi pelanggan tetapnya. "Depok aja ada 10 servis rutin tiap bulan, dari Polda Metro Jaya saya hitungin ada 18 orang dateng ke sini," tutur Ade.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed