Senin, 17 Sep 2018 09:16 WIB

Dolar Menguat, AHM Lakukan Penyesuaian Harga Skutik dan Moge

Luthfi Anshori - detikOto
Moge Honda Gold Wing. Foto: Rengga Sancaya Moge Honda Gold Wing. Foto: Rengga Sancaya
Bogor - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar sempat melemah beberapa waktu lalu. Bahkan puncaknya, mata uang rupiah sempat tembus hampir Rp 15.000 per dolarnya.

Hal itu mau tidak mau berdampak pada industri otomotif yang masih mengandalkan bahan baku atau produk berstatus impor CBU (Completely Build Up). Salah satu yang mengalami dampak tersebut adalah PT Astra Honda Motor (AHM).

Pabrikan motor dengan pangsa pasar terbesar di Tanah Air tersebut harus melakukan penyesuaian harga pada beberapa varian motornya.



"Ya, akibat kenaikan kurs dolar, per Juli kemarin sudah ada kenaikan di beberapa varian. Beberapa tipe matik, harganya naik Rp 100 ribuan. Moge CBU juga ada kenaikan harga dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta," ujar Thomas Wijaya, Marketing Director PT AHM, ditemui di sela-sela acara Indonesia CBR Race Day 2018, di Sentul, Bogor, kemarin (16/9/2018).

Selain pengaruh menguatnya kurs dolar, kebijakan pemerintah yang menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) dari 7,5% menjadi 10% juga menjadi pertimbangan lain bagi AHM.



"Ya, kita masih melihat kebijakan pemerintah dalam sisa tahun (2018) ini seperti apa. Yang pasti, harga produk CBU (akibat kebijakan tersebut) belum kita naikkan, kita masih melihat seperti apa ke depannya," ujar Thomas.

AHM sendiri memiliki beberapa produk motor CBU, seperti Goldwing, Africa Twin, Forza, Rebel 500, dan CRF250RALLY.

Bicara persentase produk lokal dan produk impor AHM, jumlahnya memang tidak signifikan. "Setahun kita jual motor sekitar 4,5 juta unit. Paling produk impornya hanya sekitar 1.000-2.000 unit," pungkas Thomas.



Cek video Dolar Menguat, HargaMogeSeken Ikutan Naik
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed