Jumat, 07 Sep 2018 09:47 WIB

Bisnis Penitipan Motor, Ada Suka Tentu Ada Dukanya

Luthfi Anshori - detikOto
Penitipan Motor di Bekasi. Foto: Luthfi Anshori Penitipan Motor di Bekasi. Foto: Luthfi Anshori
Bekasi - Tidak hanya menjanjikan profit yang instan, bisnis penitipan motor adakalanya juga menimbulkan kerugian. Kerugiannya bisa berbagai macam, mulai dari helm yang hilang, sampai unit motor yang dicuri orang.

"Kerugian paling ringan itu kalau ada helm pelanggan hilang. Kalau di kami, peraturannya harus ganti rugi separuh harga helm. Dulu pernah ada yang hilang, tapi sekarang sih udah jarang," kata Gunawan, pengelola Penitipan Parkir Intan, saat ditemui detikOto, di Bekasi Selatan, Kamis (06/09/2018).



Kejadian paling merugikan, menurut Gunawan, jika ada motor pelanggan hilang. "Mau tidak mau harus ganti unit motor pelanggan. Ketentuannya diganti dengan unit motor yang sesuai, jenis dan tahun produksinya. Selain bikin rugi materi, juga bikin jelek citra usaha kami," lanjut Gunawan.

Masih kata Gunawan, menurutnya, dulu pernah ada juga orang yang mengaku-ngaku kehilangan motor di penitipan miliknya.



"Tapi ternyata orang itu salah penitipan. Jadi nitip di tempat lain, tapi ngambil motornya di sini. Memang nggak bikin rugi sih. Tapi kan jadi deg-degan juga," terang Gunawan, yang sudah membuka usaha penitipan motor sejak 5 tahun lalu.

Kerugian lain, jika ada motor pelanggan yang tak kunjung diambil, bahkan hingga berbulan-bulan lamanya. "Pernah ada motor yang ditinggal hampir setahun lamanya. Bikin rugi juga sih kalau nggak diambil-ambil. Bisa 'makan' area parkir, yang harusnya bisa buat motor lain," pungkas Gunawan. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed