Seperti yang disampaikan PR Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Antonius Widiantoro, Yamaha menganggap produsen lain yang coba meniru inovasi yang dibuatnya sebagai sesuatu yang sudah biasa terjadi.
"Memang ada yang bisa ngelarang orang meniru? Dari zaman dulu juga kita tidak menyesal jadi pionir. Yamaha kan selalu jadi pionir, pionir injeksi, pionir di kelas matik pertama kali 2002, mulai dari Nuvo, lalu Mio, sekarang Yamaha pun jadi pionir di Maxi," ujarnya di Jakarta.
"Dan kompetitor pun nggak hanya satu , banyak yang sudah mulai meniru," tambah Antonius.
Baca juga: Nmax VS PCX, Yamaha: Kami Masih Mendominasi |
Untuk itu percuma rasanya jika harus repot-repot memikirkan ada kompetitor yang meniru produknya. Karena di lain sisi itu akan menjadi satu keuntungan bagi konsumen karena banyak pilihan, sedangkan masalah produk dari mana yang lebih laris, akan kembali lagi kepada konsumen yang dapat menilai mana yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun