Ada dua mode berkendara yang disematkan pada Viar E-Cross buatan Semarang itu, yang bisa bikin motor lebih kencang yakni mode sport. Dengan mode sport, pengendara dapat merasakan tenaga yang lebih kuat dibandingkan dengan mode biasa.
Mode berkendara Viar E-Cross Foto: Khairul Imam Ghozali |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager PT Triangle Motorindo, Haryadi, menambahkan, dengan beratnya yang cukup ringan yakni 50 kg, dimensi panjang 1870 mm, lebar 780 mm, dan tinggi 1.050 mm, Viar E-Cross dapat melewati medan tanjakan hingga 45 derajat.
"Viar E-Cross mampu dikendarai dengan kondisi medan dengan kemiringan 35 derajat, bahkan bisa sampai dengan kemiringan hingga 45 derajat," tambahnya.
Sedangkan untuk beban maksimal orang yang mengendarainya bisa sampai 150 kg, dengan ukuran ban roda depan dan belakang 70/100-19, serta jarak sumbu roda 1260 mm. Selain itu, waktu pengisian daya Viar E-Cross membutuhkan waktu hanya 3 jam untuk varian E-Cross Advance, dan 6 jam untuk varian E-Cross Lite, dengan jarak tempuh maksimal hingga 100 km.
"Kami berharap hadirnya konsep-konsep kendaraan listrik, masyarakat akan semakin terbuka wawasannya," tandas Haryadi.
(khi/ddn)












































Mode berkendara Viar E-Cross Foto: Khairul Imam Ghozali
Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin
Pujian Media Asing Buat Veda Ega Pratama usai Cetak Sejarah di Moto3