Selasa, 17 Apr 2018 11:35 WIB

Cegah Rem Blong, Pahami Teknik Pengereman Motor yang Tepat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Benteng penyelamat motor-motor yang mengalami rem blong di jalur wisata Cangar-Pacet terkenal ekstrem. Foto: Enggran Eko Budianto Benteng penyelamat motor-motor yang mengalami rem blong di jalur wisata Cangar-Pacet terkenal ekstrem. Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Pengereman yang tepat sangat dibutuhkan untuk mengendarai kendaraan bermotor, terlebih untuk sepeda motor yang membutuhkan keseimbangan. Jangan sampai, teknik pengereman yang tidak tepat justru menimbulkan kecelakaan karena rem blong.

Instruktur Safety Riding di Rifat Drive Labs, Andry Berlianto, berbagi sedikit tips mengenai pengereman yang tepat. Tips yang dibagikan Andry ini merupakan rekomendasi dari sudut safety.



"Basically kalau bicara pengoperasian (rem) sama aja untuk matik/manual. Di bawah 30 km/jam gunakan rem belakang. Di atas 30 km/jam gunakan kombinasi rem depan dan belakang," kata Andry kepada detikOto.

Rem depan berfungsi menahan laju roda. Sementara rem belakang sebagai penyeimbang. Kalau pemotor salah menggunakan teknik pengereman, bisa-bisa timbul risiko kecelakaan.

"Jika rem depan dipakai berlebih maka ada risiko terburuk jatuh highside (mental ke depan). Jika rem belakang dipakai berlebih maka ada risiko terburuk jatuh lowside (ndlosor)," ujar Andry.


"Ingat jangan salah tafsir dengan cara rem ditekan terus menerus, gunakan jeda apalagi kalau untuk khusus turunan," tambah Andry.

Dia juga menyarankan, pemotor perlu memahami rem motor dengan baik dan mencoba di lingkungan tertutup. Jangan sampai kejadian rem blong terulang lagi. Baru-baru ini beredar video pemotor yang tak bisa mengendalikan laju motornya di turunan lantaran rem blong. Untungnya, pemotor itu diselamatkan oleh benteng penyelamat agar tidak terjun ke jurang. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed