Jumat, 13 Apr 2018 19:22 WIB

Motor Listrik Jokowi di Papua Aman Dipakai Hujan-hujanan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Presiden Joko Widodo hujan-hujanan naik motor listrik di Asmat. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari Presiden Joko Widodo hujan-hujanan naik motor listrik di Asmat. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin blusukan ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Memboncengi istrinya, Iriana, Jokowi menunggangi motor listrik sambil hujan-hujanan.

Motor yang ditunggangi Jokowi adalah dari WIM Motor, WIM Zero 8i. Amankah motor itu untuk hujan-hujanan? "Kalau selama itu bukan genangan dalam arti genangan air setengah ban atau satu ban penuh itu nggak masalah," kata Sales and Marketing Manager WIM, Wenson kepada detikOto, Jumat (13/4/2018).



Jadi, masih aman motor listrik tersebut dipakai hujan-hujanan. Apalagi, kata Wenson, dinamo motor listrik sudah kedap terhadap air.

"Jadi air untuk masuk kalau cuma cipratan-cipatran itu nggak masalah. Tapi kalau terendam, mungkin di dinamo tidak masalah, tapi di komponen lain mungkin akan masalah. Kan kabel-kabel kelistrikan bahaya juga kalau kena air. Jadi intinya kalau hujan-hujan nggak masalah. Tapi kalau seperti genangan tinggi itu saya rasa nggak bisa," katanya.

Menurutnya, komponen kelistrikan ada di bagian bawah. Selama genangan tidak tinggi, motor bisa untuk diajak hujan-hujanan.

"Selama tidak setinggi setengah ban atau sampai satu ban saya rasa tidak masalah," katanya.



Wenson menyebut, Zero 8i itu hanya dijual untuk Papua, khususnya di Agats. Makanya, masyarakat Agats sudah terbiasa dengan motor-motor listrik. Yang bikin penasaran, berapa harga motor listrik itu?

"Kalau harga, biasa mereka (toko penjual motor listrik di Agats) jual di range harga Rp 12-13 juta kurang lebihnya," kata Wenson.

Untuk diketahui, WIM Motor Zero 8i menggunakan motor listrik 48 volt 1.000 watt. Motor itu menggendong baterai 48 volt 20 Ampere hour.

Motor listrik tersebut bisa menjangkau jarak 50 sampai 80 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Waktu pengisian baterainya sampai delapan jam.

Sementara itu, masyarakat di Asmat memang sudah terbiasa menggunakan motor listrik. Bahkan hampir 100 persen motor adalah motor listrik. "99 persen kendaraan di sini ramah lingkungan, karena menggunakan motor listrik," ujar Asisten III Setda Kabupaten Asmat, Syamsul Agas seperti detikOto kutip dari detikFinance.

Menurut Syamsul, listrik di Asmat tak hanya untuk penerangan, tapi juga pengisian motor listrik. Bahkan, dia mengklaim, Asmat adalah satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang warganya memakai motor listrik.

"Kami merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menggunakan kendaraan tanpa bahan bakar minyak, tetapi menggunakan energi listrik," kata Syamsul.

"Jumlah kenderaan roda dua (motor) yang ada di Kabupaten Asmat sebanyak 1.920 unit, semua pakai listrik," tambahnya.

Motor listrik ini biasa disebut warga dengan motor cas. Motor listrik tidak mengeluarkan emisi. Inilah alasan paling bijak untuk tidak menggunakan kendaraan dengan BBM. Orang Asmat juga pakai motor listrik karena anti polusi udara.



PLN pun menyediakan lokasi pengisian listrik di kota Agats. SPLU ini dapat mengisi listrik sepeda motor hanya dengan uang Rp 5.000. Pemilik kendaraan bisa membeli pulsa listrik dengan harga Rp 5.000 kemudian melakukan pengisian di SPLU yang telah tersedia. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed