Ketua Bidang Komersial Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan penyebab menurunnya penjualan tersebut karena masa kerja yang pendek di pabrikan. Mengingat banyak hari libur jelang akhir tahun.
"Penurunannya ada yang tajam ada yang enggak kan, kalau Honda kan enggak terlalu tajam. Kalau sampai Desember mesti kita lihat karena hari kerja produksinya pendek," ujarnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir tahun, beberapa masih ada yang melakukan penyehatan kan nah melihatnya ke sana sih. Supaya stok lama itu enggak kebawa tahun depan. Stok di pasar beberapa merek ada yang stoknya tinggi dan mereka melakukan pengurangan distribusi," tuturnya.
Sigit menjelaskan, menutup akhir tahun 2017 target penjualan roda dua secara nasional dipatok sebesar 5,9 juta. Jumlah tersebut juga diperoleh setelah dilakukan revisi dua kali. Pertama, target penjualan motor domestik sebesar 6,2 juta unit.
"Target tahun depan mungkin sekitar 6,1 juta unit. Karena harga komoditas sudah membaik kita melihatnya seperti faktor-faktor kenaikan listrik, pengurusan jasa STNK dan BPKB enggak akan naik lagi karena tahun ini sudah naik masa naik lagi. Harapannya enggak banyak berubah," pungkasnya.
(khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas