Wah! Josep Kumpulkan 65 Vespa Senilai Rp 2 M di Rumahnya

Wah! Josep Kumpulkan 65 Vespa Senilai Rp 2 M di Rumahnya

Eko Susanto - detikOto
Selasa, 31 Okt 2017 11:05 WIB
Wah! Josep Kumpulkan 65 Vespa Senilai Rp 2 M di Rumahnya
Foto: Eko Susanto
Semarang - Berawal dari hobinya pada skuter Italia, Josep Djoko Moeljono (66), warga Blanden, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, memiliki 65 unit Vespa dari berbagai tahun pembuatan. Vespa yang dimiliki tersebut dikumpulkan sejak 10 tahunan yang lalu.

"Saya ini sejak dulu hobi otomotif. Orangtua juga hobi otomotif, terus sekitar tahun 1960-an kendaraan yang ada vespa," kata Josep saat ditemui di rumahnya sekaligus Galeri Adem Ati Vespa Classic di Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (30/10/2017).

Ia pun mengaku, bukan seorang kolektor Vespa, melainkan hanya pencinta Vespa tersebut. Untuk itu, jika ada orang yang menawarkan Vespa, nantinya akan dilihat dan dicek terlebih dahulu aspek orisinalnya baik cat maupun kelengkapannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya kami peroleh dari komunitas. Kami akan cek terlebih dahulu orisinalnya, kalau cocok sekalipun di rumah sudah ada, ya diambil," ujarnya di rumah Joglo, itu.

Sebanyak 65 Vespa yang dimilikinya, ada yang di simpan di sela-sela barang-barang antik, ada juga yang dijejer di garasi. Untuk Vespa yang dimiliki tertua buatan tahun 1958 dan termuda buatan tahun 2001-2002.

"Terjauh Vespa ini kami dapat pelat BK, kemudian lainnya kebanyakan dari sekitar Jawa Tengah, saja. Untuk yang termahal kami beli Rp150 juta," ujarnya.

Motor buatan Italia yang dimiliki sekalipun jumlahnya 65 unit, namun semuanya dalam kondisi hidup. Sekalipun dia, setiap harinya tidak memanasi semua Vespa miliknya. Untuk merawat vespa tersebut, Josep dibantu seorang maintenance, Singgih Bayu Pramono (30).

Singgih, menuturkan, sekalian disimpan di sini, ada juga yang masih berada di bengkel. Jika setelah mendapatkan Vespa yang dibelinya, kemudian akan servis terlebih dahulu di bengkel, kemudian dibawa pulang dalam kondisi baik.

"Kami diminta tolong Si Om (panggilan akrabnya Josep) terkait dengan masalah Vespa," ujar Singgih, yang alumni Fakultas Hukum Undip, itu.

Dari 65 Vespa milik Josep ini, kata Singgih, mulai jenis vespa P series terdiri PX Excel, PS buatan tahun '79-86-an. Kemudian, Sprint (VLB) tahun '68-79, jenis Super tahun '66-75 dan VBB tahun '62-65-an. "Kalau Si Om ini, jika ada yang menawarkan Vespa meski di tahun pembuatan yang sama dan sudah punya, kalau cocok akan dimilikinya," tutur Singgih yang juga memiliki motor Vespa.

Untuk itu, jika ada masalah dengan Vespa maupun saat ada acara mengenai Vespa, Singgih mengaku, sering ikut. Selain membeli karena mencintai Vespa, kata dia, Josep terkadang menjual pula Vespa yang dimilikinya. "Si Om ini kadang menjual juga, meski presentasenya hanya 20-30 persen saja," katanya.

Josep menuturkan, untuk memiliki kesukaannya terhadap Vespa tersebut, Josep mengaku sampai mengeluarkan uang Rp 2 miliar.

"Ya sekitar Rp 2 miliar," katanya. (ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads