Rabu, 23 Agu 2017 18:30 WIB

simPATI Motorbaik

Ferry Maryadi Jatuh-Bangun Naik Harley-Davidson di Pasir Bromo

Ruly Kurniawan - detikOto
Ferry Maryadi Naik Harley-Davidson di Pasir Bromo (Foto: Ruly Kurniawan)
Probolinggo - Tidak hanya berjalan di aspal, para artis yang tergabung dalam simPATI Motorbaik 2017 ditantang untuk melaju di lautan pasir gunung Bromo menggunakan motornya. Uniknya, mereka tidak menggunakan joki untuk melakukan hal tersebut, seperti salah satu Baikers, Ferry Maryadi Patah yang membawa Harley-Davidson Tour Glide Classic lansiran 1988 ke sana.

"Ini adalah tantangan tersendiri untuk bawa motor seberat hampir 300 kg melaju di lautan pasir Bromo. Gue harus coba," ucapnya kepada detikOto sesaat sebelum memasuki kawasan lautan pasir Bromo, Selasa (22/08/2017) malam.

Dengan penuh keyakinan dan semangat, ia pun membawa Harley-Davidson putih miliknya untuk mencicipi ganasnya lautan pasir tersebut. Berbagai teknik pun dilakukan mulai dari menjaga jarak dengan Baikers lain untuk menghindari debu berlebih hingga berjalan menyamping. Setelah menempuh setengah jalan dari pasir berbisik tersebut, Harley-Davidson-nya pun tumbang.

Ferry Maryadi Naik Harley-Davidson di Pasir BromoFerry Maryadi Naik Harley-Davidson di Pasir Bromo Foto: Ruly Kurniawan


"Kacau banget deh. Lo bisa bayangin, bawa motor yang beratnya hampir 300 kg dan nggak dilahirin untuk jalanan begini PR banget sih. Tapi seru!" ucap Ferry. "Gue yakin Willie G. Davidson (mantan Senior Vice President & Chief Styling Officer Harley-Davidson Motor Company) juga nggak bisa bawa Harley lewat jalan ini juga sih," tambahnya.

Pada setengah perjalanan mencapai garis finish di hari kedua, motor Harley-Davidson Ferry beberapa kali menapaki pasir yang tebal dan curam sehingga dirinya pun terjatuh tiga kali dengan motor tersebut.

"Awalnya masih fine aja sih, tapi pas udah mau setengah perjalanan udah beda tuh, mulai tebal pasirnya jalanannya pun curam. Begitu gue nginjek salah satu pasir yang tebal udah nggak stabil nih motor berdirinya, dengkul gue juga nggak kuat nahan yaudah gue jatuhin deh. Relakan saja dia mencium pasir-pasir itu tiga kali," papar Ferry. Namun dirinya tidak khawatir karena motor tersebut telah dibalut oleh engine guard sehingga tidak meninggalkan luka yang serius.

"Pelajaran hari ini yang gue dapat adalah bagaimana caranya mengendalikan emosi, malu, dan gengsi dalam satu wadah. Kalau tiga ini nggak stabil, pasti bakal runyam nih perjalanan. Oleh karena itu gue milih meredam gengsi dan malu gue sehingga setelah tiga kali jatuh, gue milih naikin nih motor ke mobil," ungkap Ferry.

Dirinya menambahkan, perjalanan ini menjadi aman dan selamat sampai di tujuan serta menyenangkan karena adanya bantuan dari rekan Baikers lainnya dan komunitas Vespa Malang yang mengiringi perjalanan mereka dari Pakis Aji hingga ke tempat penginapannya di Bromo. (ddn/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com