Terpaksa Naik Motor Buat Mudik, Jangan Lebih dari 8 Jam

Terpaksa Naik Motor Buat Mudik, Jangan Lebih dari 8 Jam

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 15 Jun 2017 17:24 WIB
Terpaksa Naik Motor Buat Mudik, Jangan Lebih dari 8 Jam
Pemotor yang mudik tahun lalu (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Mudik menggunakan sepeda motor dalam jarak yang jauh memang tidak direkomendasikan. Tapi, memang ada saja pemudik yang terpaksa menggunakan sepeda motor.

Untuk itu, demi keselamatan, banyak yang harus diperhatikan ketika mudik menggunakan sepeda motor. Salah satunya adalah dengan menyiasati waktu perjalanan, termasuk waktu istirahatnya.

"Kalau terpaksa naik motor, jam keberangkatan sebaiknya berangkat lah setelah subuh," kata Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu kepada detikOto, Kamis (15/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, rencanakan maksimal selama 2 jam pertama itu harus istirahat. Istirahat lah dalam waktu 15-20 menit.

"Minimal untuk stretching karena aliran-aliran darah di kaki, tangan itu akan mempengaruhi energi kita yang keluar. Jadi stretching saja, sambil mengecek kondisi motor," ujar Jusri.

Setelah beristirahat 2 jam pertama dan berjalan kembali, rencanakan setiap 1,5 jam lakukan istirahat. Dengan begitu, stamina berkendara akan tetap terjaga

"Ini untuk menjaga stamina berdasarkan jam biologis tubuh manusia. Karena jam biologis tubuh manusia itu tidak bisa dihindarkan kapan dia capek, kapan dia bugar walaupun tidur berkualitas, makan asupannya bagus, maka pada jam-jam tertentu, orang itu letih. Ketika letih ini, korelasinya adalah stamina kita akan melorot. Keamanan dan keselamatan kita pun akan terpengaruhi," ujar Jusri.

Untuk istirahat selanjutnya, usahakan kalau bisa untuk tidur. Tidur ala power nap (tidur berkualitas), yakni tidur sebentar tapi bisa mengembalikan stamina.

"Masalahnya tidur siang hari dan tempat tidak nyaman itu biaranya membuat tidur kita tidak berkualitas. Jadi, cari tempat-tempat istirahat yang mumpuni. Kebetulan ini bulan puasa, tujuannya memanfaatkan bulan ini memaksimalkan ibadah kita. Jadi berhenti lah di masjid/mushola, minimal setiap berhenti itu kita bisa beribadah sunah, sambil menunggu waktu solat wajib kita juga bisa memanfaatkan tidur. Dan jangan lupa supaya tidurnya berkualitas, bawa earplug atau penyumbat telinga dan penutup mata sehingga sinar dan bising tidak mengganggu tidur, sehingga tidur jadi lebih berkualitas kalau sudah tenang," ucap Jusri.

Ketika perjalanan menggunakan sepeda motor, pastikan jangan sampai melebih 8 jam. Karena ketika lewat dari 8 jam, biasanya stamina akan drop.

"Karena ini kan bulan puasa, tidur kita kurang, asupan makanan kurang, yang harus diperhatikan adalah jangan lewat 8 jam riding time-nya, di luar waktu istirahat. Tapi dengan catatan, kualitas istirahatnya bagus," ucapnya.

Lalu, kalau target 8 jam sudah sampai tujuan ternyata belum tiba juga, bagaimanapun Jusri menyarankan jangan memaksakan perjalanan pada malam hari. Karena staminanya terus merosot.

"Alasan yang kedua, malam hari kita tidak dianjurkan untuk beraktivitas. Oksigen pun turun, visibilitas kurang, risiko kecelakaan tinggi. Jadi sebaiknya istirahat, lanjutkan lagi steelah subuh," ujar Jusri.

Menurut Jusri, banyak yang salah kaprah mudik pakai motor di malam hari. Faktanya, visibilitas pengendara berkurang dan stamina menurun.

"Malam hari itu kita ditakdirkan untuk istirahat, tidak beraktivitas di malam hari. Pola otak kita menurut circadian rhythm (siklus 24 jam dalam proses fisiologis makhluk hidup) itu menyimpulkan, pada malam hari kita harus tidur. Kondisi malam hari yang sepi, itu akan membuat kita bosan dan ngantuk. Kondisi pada malam hari yang katanya bisa memonitor kendaraan lain, faktanya di jalan bahkan banyak kendaraan tidak ada lampunya, motor tidak pakai lampu sebagainya. Dengan cuaca yang dingin dan lain-lain, kita akan mudah mengantuk, karena oksigen berkurang, lebih-lebih kalau kita lewat hutan, oksigen disedot sama tumbuh-tumbuhan," jelas Jusri. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads