Dari total pertumbuhan tersebut khusus di bulan April, motor bekas mendominasi pembiayaan. "Memang motor bekas lebih tinggi, meningkatnya, kalau dilihat lagi breakdownya untuk motor baru kita 7 persen, motor bekas 29 persen, multigunanya 17 persen, per bulan April, bila dibandingkan dengan April 2016," ujar Direktur Keuangan FIF Hendry Christian, di Jakarta.
Meningkatnya pembiyaan motor bekas tersebut dikatakan Hendri, dikarenakan permintaan pasar motor bekas masih cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk total keseluruhan, tercatat pembiayaan motor baru mendominasi, dari total peningkatan Rp 10,67 triliun di peridode Januari hingga April 2017, dibanding periode yang sama di tahun 2016 di angka Rp 9,65 triliun.
"Motor baru itu 62 persen, kemudian untuk pembiayan motor bekas 26,2 persen, untuk pembiayaan multiguna 10,6 persen, dan ada untuk pembiayan mobil 1,2 persen, komposisinya kurang lebih seperti itu, jadi masih terbesar pembiayaan speda motor baru 62 persen," pungkas Hendri. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?