Kehadiran ojek online tersebut disambut baik industri sepeda motor karena bisa membantu menaikkan penjualan sepeda motor yang sedang turun di tahun 2016 kemarin.
"Sebenarnya mereka yang naik komuter misalnya habisnya komuternya di Mampang mau ke Kuningan, mau nambah lain kadang kalau nunggu telat, makanya naik online. Makanya industri online juga naik. Pakai apa? Ujungnya pakai motor, jadi naik juga," kata Wakil Ketua Umum III Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Hari Budianto, di kawasan Kasablanka, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti saya bilang, tujuannya dari mobilitas apa? Kesejahteraan dengan cara produktifitas, ini kan ada produktifitas baru, penghasilan produktifitas baru justru ini poin meningkatkan kesejahteraan dan makainya tetap, naiknya motor juga," sambung Hari.
"Jadi tidak digantikan, yang naik motor tetap naik motor, nggak naik ojek, kalau naik umum dan multi point itu tidak naik ojek. Dalam point itu tidak ada saling mematikan," lanjut Hari. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?