Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 30 Maret 2017, 16:55 WIB

3 Alasan Utama Motor Lebih Seksi dari Transportasi Umum

Dina Rayanti - detikOto
3 Alasan Utama Motor Lebih Seksi dari Transportasi Umum Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sepeda motor masih dianggap sebagai solusi buruknya transportasi umum di Indonesia. Dengan begitu jumlahnya terus bertambah meski penjualan sempat menurun dari tahun 2015 ke 2016 kemarin.

Ada 3 alasan utama mengapa sepeda motor masih menjadi alat transportasi andalan khususnya di ibu kota, apa saja itu?

Pertama sepeda motor dianggap paling terjangkau dari segi biaya operasional yang lebih murah jika dibandingkan transportasi umum.

"Kenapa sih sepeda motor masih dipakai? Pertama ekonomis karena dia terjangkau, sekarang ada industry leasing company dia support untuk bisa leasing dan operasional masih lebih rendah daripada pakai moda angkutan umum secara harian," ujar Wakil Ketua Umum III Bidang Industri dan Teknologi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Hari Budianto, dalam diskusi di kawasan Kasablanka, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Ia mencontohkan misalnya saja cicilan motor Rp 400 ribu per bulannya jika dibagi dengan 20 hari kerja maka didapat Rp 20 ribu. Dengan Rp 20 ribu tersebut bisa mengantar seseorang ke beberapa tujuan.

Ini lebih murah jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan konsumen untuk satu kali perjalanan yang bisa mencapai lebih dari Rp 20 ribu.

Sepeda motor juga dianggap praktis karena tidak digunakan hanya satu kali tujuan saja tapi juga beberapa tujuan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

"Kedua karena multi point destination. Mobilitas orang ini beda-beda," tutur Hadi.

Terakhir kata Hadi, kondisi transportasi umum yang belum cukup memadai hingga saat ini, misalnya saja dari segi waktu yang tidak akurat.

"Kondisi public transport di sini masih belum memenuhi kebutuhan, satu masalah waktu, misalnya saya dari Lippo Cikarang ke sini jam 5 ada, habis itu jedanya setengah jam, ada lagi jam 6 jadi interval belum bisa memenuhi kebutuhan end user kita," tutur Hadi.

(dry/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed